Bank Sentral New Zealand Punya Alasan Naikkan Bunga

Bank Sentral New Zealand Punya Alasan Naikkan Bunga

Selasa, 15 Januari 2013 12:39:52 WIB

Monexnews - The Reserve Bank of New Zealand sepertinya harus mempertimbangkan untuk menaikkan suku bunga lebih cepat dibanding perkiraan sebelumnya. Hal ini dimungkinkan menyusul rilis data terbaru yang memperlihatkan bahwa kepercayaan bisnis dan harga perumahan sudah berada pada level tinggi. Demikian pendapat analis pasar keuangan menyikapi potret indikator terbaru New Zealand.
Business confidence menguat tajam di kuartal IV 2012. Survei kuartalan New Zealand Institute of Economic Research menunjukkan sebanyak 19% perusahaan memprediksi kondisi bisnis akan membaik dalam enam bulan ke depan. Sementara 8% dari eksekutif korporasi besar melihat aktivitas perdagangan meningkat di kuartal IV.
Hasil survei tersebut mengimplikasikan adanya ekspansi solid di kuartal IV lalu, yang masih berlanjut hingga awal 2013. Demikian pendapat dari Craig Ebert, Ekonom BNZ beberapa saat lalu. "Apabila hasil survei berikutnya menunjukkan kenaikan lagi, maka bank sentral harus memikirkan kembali level suku bunganya yang sudah terlalu rendah," ujarnya. Sedangkan Westpac Banking Corp. melihat data tersebut sebagai sinyal pertumbuhan gross domestic product kuartalan sebesar 0.7% di triwulan I. "Pertumbuhan kuartal III hanya 0.2% dibandingkan kuartal sebelumnya," ulas Westpac. Data survei bisnis kian memperkuat sinyal ekspansi ekonomi setelah data dari Real Estate Institute of New Zealand memperlihatkan rata-rata harga rumah di negara itu naik 10% pada bulan Desember dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Median harga hunian di New Zealand berada pada rekor NZ$389,000 (US$327,000). The Reserve Bank of New Zealand bulan lalu menyatakan bahwa penggelembungan harga rumah sebagai alasan potensial bagi kenaikan suku bunga dalam waktu dekat. Gubernur RBNZ Wheeler tengah menghadapi berbagai tantangan di tahun baru ini, seperti menyeimbangkan pengaruh dari ekonomi global terhadap perekonomian dan mengendalikan pasar hunian. Hal itu diungkapkan oleh Annette Beacher, head of Asia Pacific Research TD Securities, dalam sebuah penelitiannya. Saat ini konsensus ekonom memperkirakan bank sentral akan menjaga suku bunga sampai akir 2013 atau awal 2014. Hal itu mengacu pada beberapa hal, di antaranya adalah masih rendahnya daya serap tenaga kerja dan tekanan inflasi yang kondusif. Asumsi ini didukung oleh penurunan indeks harga pangan sebesar 1% (on year) pada bulan Desember lalu. (dim)


(dim)

Lihat Disclaimer
   
KIRIM KOMENTAR ANDA
Upload
CAPTCHA
0 KOMENTAR
Update terus mengenai promo, tools dan berita terbaru dari Monex
Monexnews.com menyajikan berita ekonomi terkini. Fokus pemberitaan monexnews adalah berita forex, saham, valuta asing, pergerakan nilai tukar dollar dan kurs mata uang utama lainnya, komoditi, harga emas logam mulia dan harga minyak dunia. Dilengkapi analisa harian dan indikator pasar keuangan dunia hari ini, rubrik belajar trading serta investasi online.

Search