China dan Jepang akan Dominasi Headline Ekonomi Asia

China dan Jepang akan Dominasi Headline Ekonomi Asia

Senin, 28 April 2014 10:35:42 WIB

Monexnews - Kalau biasanya data ekonomi Amerika dan Eropa yang menentukan arah harga produk keuangan, maka tidak demikian halnya dengan pekan ini. Sentimen utama di pasar finansial akan berasal dari dua negara terbesar Asia, yakni Jepang dan China. Bank of Japan (BOJ) akan menggelar pertemuan rutin pertamanya sejak kenaikan pajak konsumsi yang berlaku 1 April lalu. Bank sentral akan mengevaluasi situasi harga produk di tingkat konsumen dan menganalisa apakah perubahan kebijakan pajak tersebut benar-benar memperlambat roda ekonomi nasionalnya. Sedangkan untuk suku bunga, BOJ kemungkinan besar akan menahannya sementara waktu. Penurunan suku bunga atau program pelonggaran moneter baru dianggap terlalu dini untuk diterapkan di pertengahan kuartal II. Otoritas membutuhkan rangkaian data yang lebih lengkap sebelum menyimpulkan bahwa sektor ekonomi Jepang memang membutuhkan stimulus baru. Adapun data yang bisa mencerminkan kondisi ekonomi Jepang terkini adalah laporan produksi industri, yang akan diumumkan hari Rabu (30/04). Dua data lain yang akan menggambarkan efek kenaikan pajak konsumsi yaitu laporan belanja rumah tangga dan jumlah tenaga kerja, di mana keduanya rilis pada hari Jumat (02/05). Analis keuangan memprediksi BOJ baru akan mengeluarkan stimulus di kuartal II, jika kenaikan pajak terbukti menghambat laju ekonomi. Sementara data yang tidak kalah penting akan datang dari China. Purchasing Managers' Index atau PMI versi HSBC diprediksi naik secara bertahap ke kisaran 49-50 mulai laporan yang akan keluar 1 Mei mendatang hingga beberapa bulan berikutnya. Sedangkan PMI resmi pemerintah juga diperkirakan meningkat ke kisaran 50.5-51.0 di awal semester II. Pada bulan April lalu, pemerintah China melakukan berbagai upaya untuk menggenjot roda ekonomi melalui program agresif. Selain menambah belanja modal untuk pembangunan rel transportasi, Beijing juga memperbarui kebijakan rumah untuk warga kelas bawah dan menurunkan pajak untuk usaha kecil. Selain dinamika yang terjadi di Asia, pelaku pasar keuangan juga wajib memantau perkembangan di Amerika Serikat. Federal Reserve Bank akan menghelat rapat rutinnya pada hari Rabu-Kamis besok untuk mendiskusikan efektivitas kebijakan dalam sebulan terakhir. Otoritas diperkirakan melanjutkan pemotongan porsi stimulus sebanyak $10 miliar ke angka $45 miliar per bulan. (dim)


(dim)

Lihat Disclaimer
   
KIRIM KOMENTAR ANDA
Upload
CAPTCHA
0 KOMENTAR
Update terus mengenai promo, tools dan berita terbaru dari Monex
Monexnews.com menyajikan berita ekonomi terkini. Fokus pemberitaan monexnews adalah berita forex, saham, valuta asing, pergerakan nilai tukar dollar dan kurs mata uang utama lainnya, komoditi, harga emas logam mulia dan harga minyak dunia. Dilengkapi analisa harian dan indikator pasar keuangan dunia hari ini, rubrik belajar trading serta investasi online.

Search