Jim Rogers: Emas Menggoda, Jepang dalam Bahaya

Jim Rogers: Emas Menggoda, Jepang dalam Bahaya

Jum'at, 14 Juni 2013 15:47:22 WIB

Monexnews - Pasar obligasi menguat pada sesi Kamis kemarin setelah Wall Street Journal merilis pernyataan gubernur Federal Reserve. Ben S Bernanke sukses meredam kepanikan pelaku pasar keuangan dengan komentarnya tentang masa depan stimulus moneter Amerika. Menurut trader dan analis ternama Jim Rogers, aset obligasi sedang menggelembung dan segera meletup. Namun ia mengatakan sulit untuk memprediksi kapan terjadinya hal itu. "Pelaku pasar dalam suatu waktu nanti tidak akan mengambil keputusan pada apa yang dilakukan oleh bank sentral. Suku bunga akan naik tidak peduli sebanyak apa the Fed memborong surat hutang," imbuh Rogers kepada Fusion Marketsite. Ketika ditanyakan pendapatnya soal emas, Rogers mengatakan justru dirinya akan membeli lebih banyak emas saat harganya jatuh. Sikapnya itu berbeda dengan tren yang ada di pasar, di mana aksi jual makin merebak ketika harga terkoreksi. Tidak lupa ia memuji prediksinya tentang pergerakan harga emas bulan lalu. Rogers memang sempat mengatakan harga logam mulia akan jatuh di bulan Juni. "Saya memang benar, tetapi seharusnya penurunannya bisa lebih dalam lagi," sesumbarnya. Untuk ke depannya, manuver harga akan sangat dipengaruhi oleh berita fundamental seperti apa yang terjadi hari ini. Emas beberapa jam terakhir menguat berkat aksi the Fed untuk menenangkan pasar kemarin. Jim Rogers tidak lupa melontarkan proyeksinya soal sentimen ekonomi dari luar negeri. Menurutnya, Jepang sedang menghadapi masalah lebih besar ketimbang apa yang dilihat masayarakat selama ini. "Hutang besar, demografi penduduk buruk, mereka tidak membolehkan orang asing masuk dan populasi turun tajam," kritiknya. Kebijakan moneter Shinzo Abe dengan menggunakan pelemahan Yen sebagai senjata perbaikan ekonomi merupakan bibit bahaya lebih besar di masa depan. "Lagipula, belum tentu bisa bekerja efektif untuk jangka pendek," tutupnya. Untuk topik terakhir ini, argumen Rogers bisa diperdebatkan dan hanya bisa terbukti dalam beberapa tahun ke depan. (dim)


(dim)

Lihat Disclaimer
   
KIRIM KOMENTAR ANDA
Upload
CAPTCHA
0 KOMENTAR
Update terus mengenai promo, tools dan berita terbaru dari Monex
Monexnews.com menyajikan berita ekonomi terkini. Fokus pemberitaan monexnews adalah berita forex, saham, valuta asing, pergerakan nilai tukar dollar dan kurs mata uang utama lainnya, komoditi, harga emas logam mulia dan harga minyak dunia. Dilengkapi analisa harian dan indikator pasar keuangan dunia hari ini, rubrik belajar trading serta investasi online.

Search