Meski Menguat, Bursa Jepang Dibayangi Efek Kenaikan Pajak

Meski Menguat, Bursa Jepang Dibayangi Efek Kenaikan Pajak

Rabu, 05 Maret 2014 11:25:15 WIB

Monexnews - Setelah bergerak liar sejak akhir tahun lalu, indeks Nikkei belum menunjukkan ritme pergerakan yang stabil. Kombinasi antara sentimen ekonomi luar negeri, dinamika kebijakan domestik dan volatilitas nilai tukar membuat investor ragu untuk memborong saham. Pagi ini, Nikkei rebound berkat aksi beli terhadap sejumlah blue-chips eksportir pasca pelemahan nilai tukar Yen ke atas level 102 terhadap Dollar. Yen mencatat pelemahan paling tajamnya dalam 2 pekan terakhir versus USD setelah muncul kabar penarikan mundur pasukan Rusia di bawah komando Presiden Vladimir Putin. Sejak kemarin sore investor mengalihkan minat dari aset safe haven, termasuk mata uang Yen, sehingga kursnya merosot. Pelemahan kurs yen tersebut memperkuat potensi keuntungan perusahaan berbasis ekspor karena pelemahan kurs dapat meningkatkan daya saing dengan produk rivalnya di pasar internasional. Namun demikian, penguatan indeks hari ini dianggap masih rentan karena investor dibayangi berlakunya kebijakan pajak baru. Kenaikan pajak konsumsi pada bulan April mendatang akan menghambat prospek keuntungan emiten-emiten di bursa, terutama jika pemerintah tidak merilis program tandingan untuk mengimbangi dampaknya. Menurut Hiroaki Osakabe, fund manager Chibagin Asset Management, indeks Jepang juga masih harus berhadapan dengan risiko perlambatan ekonomi Amerika dan pelemahan nilai aset negara berkembang. Atas dasar itulah, Nikkei belum akan menyambangi area yang didudukinya awal tahun ini yakni di kisaran 16,000. "Jelas ada kekhawatiran soal dampak dari kenaikan pajak konsumsi Jepang," tutur Osakabe. Ia juga mengatakan kalau trend pelemahan kurs Yen juga masih rapuh sehingga aksi beli saham bisa terhambat. Spot Nikkei saat ini terpantau naik 1.5% ke 14942.78 dan kontrak Nikkei berada di 14975. (dim)


(dim)

Lihat Disclaimer
   
KIRIM KOMENTAR ANDA
Upload
CAPTCHA
0 KOMENTAR
Update terus mengenai promo, tools dan berita terbaru dari Monex
Monexnews.com menyajikan berita ekonomi terkini. Fokus pemberitaan monexnews adalah berita forex, saham, valuta asing, pergerakan nilai tukar dollar dan kurs mata uang utama lainnya, komoditi, harga emas logam mulia dan harga minyak dunia. Dilengkapi analisa harian dan indikator pasar keuangan dunia hari ini, rubrik belajar trading serta investasi online.

Search