'Nikmati Euforia Wall Street Selagi Bisa'

'Nikmati Euforia Wall Street Selagi Bisa'

Rabu, 30 Januari 2013 15:34:59 WIB

Monexnews - <span style="font-size:13px;line-height:19px;">Wall Street tengah menapaki momentum kebangkitannya di awal tahun 2013. Namun demikian, kondisi ini diprediksi tidak berlangsung lama karena alasan jenuh beli. Sepanjang tahun ini, indeks S&P 500 telah menguat 5%, bahkan mencapai 12% jika dihitung dari level rendah bulan November 2012. Menurut pakar investasi kenamaan, Marc Faber, pasar saham mulai terlihat 'lelah' dan bersiap melemah dalam waktu dekat. "Kita sudah dalam fase overbought sekarang, ada kemungkinan koreksi ringan di bulan Februari," ujar Faber kepada CNBC. Meski demikian ia memprediksi bahwa setelah melemah sesaat, indeks akan kembali melanjutkan penguatannya. "Kondisinya bisa jadi seperti tahun 1987, ketika di semester pertama harga saham menguat 41% dan kemudian anjlok total sebanyak 40% di bulan Oktober dan November," tambah penulis Gloom Boom & Doom Report ini. Berkaca pada histori itu, bukan tidak mungkin harga saham mengalami volatilitas sepanjang sisa tahun 2013. Walaupun dikenal sebagai analis yang pro-pasar, Faber kali ini mengakui bahwa dirinya telah mengurangi portofolio saham dalam beberapa waktu terakhir. "Saya menjual karena khawatir dengan euforia yang sedang terbangun," tuturnya. Lebih lanjut, terlihat gejala bahwa investor makin bullish dengan kinerja ekuitas Amerika Serikat. Arus dana masuk ke reksadana berbasis saham telah melonjak ke rekor $55 miliar di bulan Januari. Sementara survei sentimen juga memperlihatkan bias positif bagi harga saham. "Ada kemungkinan laba emiten akan mengecewakan di 2013. Potensi ketegangan geopolitik juga eksis, khususnya di wilayah Timur Tengah" prediksi Faber. Faber kini justru memilih emas sebagai aset utama yang mendominasi portofolionya, selain saham-saham berbasis pertambangan. "Saya membeli emas karena khawatir kalau kita sebenarnya masih berada di dalam krisis sistemik, yang masih harus kita lawan," ulasnya. Adapun saham luar yang ia prediksi mampu menghasilkan gain adalah saham negara Ukraina, Vietnam dan China. (dim)


(dim)

Lihat Disclaimer
   
KIRIM KOMENTAR ANDA
Upload
CAPTCHA
0 KOMENTAR
Update terus mengenai promo, tools dan berita terbaru dari Monex
Monexnews.com menyajikan berita ekonomi terkini. Fokus pemberitaan monexnews adalah berita forex, saham, valuta asing, pergerakan nilai tukar dollar dan kurs mata uang utama lainnya, komoditi, harga emas logam mulia dan harga minyak dunia. Dilengkapi analisa harian dan indikator pasar keuangan dunia hari ini, rubrik belajar trading serta investasi online.

Search