Outlook Bursa Kospi Masih Positif

Outlook Bursa Kospi Masih Positif

Jum'at, 26 April 2013 16:00:25 WIB

Monexnews - Meskipun di akhir pekan ini indeks Kospi Korea Selatan di tutup pada angka negatif (Jumat, 26/4), namun sebagian kalangan investor nampak masih optimis dengan bursa Seoul ini setelah tingkat pertumbuhan ekonomi Korea Selatan ternyata naik pesat sepanjang kuartal pertama lalu.

Roda perekonomian negeri gingseng tercatat tumbuh 0.9% di kuartal Januari-Maret dan merupakan laju tercepat dalam dua tahun terakhir. Dan angka tersebut mencatat kenaikkan tajam dari kuartal-4 di level 0.3%, menurut data yang di rilis Bank of Korea hari Kamis kemarin (25/4).

Sedangkan untuk periode tahun sebelunnya (y/y), angka GDP tercatat tidak ada perubahan di level 1.5%. angka GDP kuartal tersebut mematahkan ekspektasi sebesar +0.7%, dan 1.4% untuk year-on-year (y/y). Pertumbuhan di angka kuartalan tersebut merupakan yang tercepat sejak GDP Korsel mengalami lonjakan 1.3% pada kuartal pertama 2011. Dan para pecandu bursa Korea ini masih bisa bermegah hati lantaran pada pertengahan bulan ini pemerintah memutuskan akan menggelontorkan dana senilai 5.3 triliun won ($4,7 miliar). Kucuran dana tersebut merupakan paket rencana pengeluaran stimulus yang bertujuan untuk menciptakan lapangan kerja, mendukung usaha kecil dan meningkatkan harga properti yang sebelumnya terpukul oleh melambatnya pertumbuhan ekonomi serta tekanan persaingan yang sengit akibat pelemahan yen. Pemerintahan yang kini dikomandoi oleh Presiden Park Geun-hye, dan baru terlantik sekitar tiga bulan, menegaskan bahwa pengeluaran stimulus terbarunya itu di harapkan bisa mengangkat pertumbuhan ekonomi serta mengembalikan lagi daya tarik bursa Seoul diantara rivalnya di Asia. Hanya saja faktor geopolitik masih menyelimuti sentimen investor karena terus dihantui oleh ketakutan pecahnya perang di semenanjung Korea. Namun bila mengacu pada indikator teknikal dari indeks Kospi berdurasi weekly, nampak tekanan bearish masih akan membebani bursa Seoul ini lantaran tiga indikator utamanya terkondisi down trend. Tercatat indikator Moving Average (MA-7 dan MA-14), Stochastic dan MACD ketiganya menunjukkan tren penurunan. Sehingga tren bearish tersebut berpeluang menggiring indeks ke level support terdekat 247.50 yang merupakan tahanan retrace 61.8% dari Fibonacci guna melanjutkan ke tahanan berikutnya pada 243.30 (terendah November 2012). Bahkan bila level itu juga pecah, indeks akan terkena koreksi lanjutan ke level support 240.00 atau bahkan hingga 231.65 yang merupakan terendah Juli 2012. Sementara rally Kospi akan terbatas pada resisten 252.45 (retrace 50% Fibonacci) kemudian 257.35 (retrace 38.2%) dan 263.50 (retrace 23.6%). Grafik indeks KOSPI KSc1 mingguan (weekly); Thomson Reuters


(dar)

Lihat Disclaimer
   
KIRIM KOMENTAR ANDA
Upload
CAPTCHA
0 KOMENTAR
Update terus mengenai promo, tools dan berita terbaru dari Monex
Monexnews.com menyajikan berita ekonomi terkini. Fokus pemberitaan monexnews adalah berita forex, saham, valuta asing, pergerakan nilai tukar dollar dan kurs mata uang utama lainnya, komoditi, harga emas logam mulia dan harga minyak dunia. Dilengkapi analisa harian dan indikator pasar keuangan dunia hari ini, rubrik belajar trading serta investasi online.

Search