Sentimen Asia Diperkuat Agenda-China & Stimulus-Yellen

Sentimen Asia Diperkuat Agenda-China & Stimulus-Yellen

Selasa, 19 November 2013 14:29:34 WIB

Monexnews - Sejumlah lantai bursa Asia nampak mengurangi kecepatan rally-nya di perdagangan hari Selasa (19/11) menyusul Wall Street yang di tutup negatif semalam serta kewaspadaan para investor terhadap durasi dari program stimulus Federal Reserve.

Bursa saham AS berakhir ditutup melemah pada perdagangan hari Senin setelah aktivis investor Carl Icahn mengatakan dirinya "sangat berhati-hati" terhadap sektor ekuitas. Saat berbicara pada pertemuan puncak mengenai investasi oleh Reuters, Icahn menuturkan bakal ada penurunan besar di pasar karena pendapatan yang diperoleh banyak perusahaan saat ini terutama didorong oleh bunga pinjaman yang rendah dibanding kekuatan manajemen.

Sementara komentar dari Presiden Fed New York - William Dudley, juga turut menekan sentimen di pasar Asia hari ini. Dudley optimis dengan pemulihan ekonomi yang terjadi di Amerika, namun hal itu biasanya juga sebagai sinyal bahwa bank sentral AS bisa dengan segera mengurangi program stimulus. Tapi selanjutnya ia menambahkan bahwa stimulus akan tetap di jalurnya untuk waktu yang cukup banyak.

Di kawasan regional Asia, kalangan investor nampak termotivasi setelah menyambut rilis cetak biru reformasi

China. Kemarin pemerintah China akhirnya merilis detil rincian rencana reformasi untuk agenda satu dekade mendatang dimana sejumlah kebijakan reformasi tersebut bertujuan untuk mendorong kenaikan pertumbuhan ekonomi China. Pemerintah juga akan mengijinkan pihak swasta untuk lebih terlibat dalam industri yang dikontrol pemerintah dan memperbesar akses asing untuk masuk ke dalam perekonomian China.

Dan untuk pekan ini, kalangan investor masih akan bersemangat untuk mengambil posisi di pasar keuangan setelah pasar diperjelas oleh pernyataan kandidat kuat pengganti Ben Bernanke, Janet Yellen yang mengisyaratkan dukungan nya untuk mempertahankan stimulus. Pasar mendapat sinyal kuat dari Janet Yellen yang saat ini masih menjabat sebagai wakil pimpinan the Fed, untuk tetap melanjutkan kebijakan stimulus ekonomi pada tempatnya.


(dar)

Lihat Disclaimer
   
KIRIM KOMENTAR ANDA
Upload
CAPTCHA
0 KOMENTAR
Update terus mengenai promo, tools dan berita terbaru dari Monex
Monexnews.com menyajikan berita ekonomi terkini. Fokus pemberitaan monexnews adalah berita forex, saham, valuta asing, pergerakan nilai tukar dollar dan kurs mata uang utama lainnya, komoditi, harga emas logam mulia dan harga minyak dunia. Dilengkapi analisa harian dan indikator pasar keuangan dunia hari ini, rubrik belajar trading serta investasi online.

Search