Burs Saham Asia Respons Negatif Kenaikan Bunga The Fed

Burs Saham Asia Respons Negatif Kenaikan Bunga The Fed

Kamis, 20 Desember 2018 12:09:55 WIB

Indeks MSCI terluas dari saham Asia Pasifik di luar Jepang turun 1,3 persen, dengan saham Australia tergelincir sebanyak 0,7 persen ke posisi terendah dua tahun.

Nikkei Jepang turun 1,7 persen ke posisi terendah sembilan bulan baru.

Indeks komposit Shanghai dan indeks blue chip CSI 300 turun 0,8 persen dan 0,9 persen, sedangkan Hang Seng turun 0,7 persen.

Di New York, Indeks S & P 500 AS kehilangan 1,54 persen untuk mencapai level terendahnya sejak September 2017. Saham AS berada dalam kecepatan untuk penurunan terbesar mereka sejak 1931, kedalaman Depresi Besar.

Pasar suku bunga berjangka AS menunjukkan pedagang saat ini bertaruh the Fed tidak akan menaikkan suku bunga sama sekali tahun depan.

Namun kenyataannya berkata lain karena Fed memproyeksikan akan ada dua kenaikan bunga lagi di tahun depan.

Dari program penarikan likuiditas dari pasar, ketua The Fed Jerome Powell menegaskan akan tetap mempertahankan penjualan aset senilai $50 miliar per bulannya guna mengurangi portofolio The Fed yang menumpuk sebagai hasil program stimulus guna mengatasi krisis 2008.

Bob Baur, kepala ekonom global di Principal Global Investors mengatakan pengetatan kebijakan moneter secara bertahap telah menjadi penyebab volatilitas pasar baru-baru ini. Dengan pinjaman dan pengeluaran korporat yang masih tinggi, dan the Fed terus mengurangi neraca keuangannya, dia memperkirakan volatilitas akan tetap ada jika pengetatan ini berlanjut.


(Irdy)

Lihat Disclaimer
   
KIRIM KOMENTAR ANDA
Upload
0 KOMENTAR
Update terus mengenai promo, tools dan berita terbaru dari Monex
Monexnews.com menyajikan berita ekonomi terkini. Fokus pemberitaan monexnews adalah berita forex, saham, valuta asing, pergerakan nilai tukar dollar dan kurs mata uang utama lainnya, komoditi, harga emas logam mulia dan harga minyak dunia. Dilengkapi analisa harian dan indikator pasar keuangan dunia hari ini, rubrik belajar trading serta investasi online.

Search