Bursa Asia Melemah Dibebani Harga Minyak dan Melambatnya GDP China

Bursa Asia Melemah Dibebani Harga Minyak dan Melambatnya GDP China

Selasa, 17 Juli 2018 12:28:19 WIB

Indeks Bursa Saham Asia sebagian besar lebih rendah pada Selasa karena harga minyak mentah yang lemah membebani saham energi. Negara produsen utama minyak Arab Saudi siap menaikkan produksinya untuk menutup kekurangan suplai akibat gangguan produksi di Venezuela dan absennya ekspor minyak Iran akibat sanksi dari Amerika Serikat.

Minat beli saham yang menurun juga merupakan dampak data pertumbuhan ekonomi China kuartal kedua dirilis Senin lalu yang menunjukkan tanda-tanda perlambatan ekonomi.

Ekonom China di Bank of America. Merrill Lynch mengatakan sejumlah data makro bulan Juni dan kuartal kedua menegaskan pandangan kondisi keuangan kini kian ketat dan pertumbuhan sektor riil berada pada tren yang melambat. Kondisi ini akan berlanjut hingga kuartal ketiga ini.

Produk domestik bruto kuartal kedua China tumbuh 6,7% year-on-year pada kuartal kedua, melambat dari 6,8% pada kuartal sebelumnya. Output industri tumbuh 6% pada bulan Juni, dibandingkan dengan 6,8% pada bulan Mei.

Shanghai Composite SHCOMP turun 1% dengan saham China Petroleum & Chemical Corp 0386 turun 0,7% dan PetroChina Co. terkoreksi 2,5%.

Sedangkan indeks Hang Seng turun 1% dan S & P / ASX 200 Australia, terjun 0,5%. dan indeks bursa Taiwan Taiex Y9999 turun 0,2%.

Hanya Korea Kospi dan Nikkei yang menguat masing-masing 0,02% dan 0,7%.


(Irdy)

Lihat Disclaimer
   
KIRIM KOMENTAR ANDA
Upload
0 KOMENTAR
Update terus mengenai promo, tools dan berita terbaru dari Monex
Monexnews.com menyajikan berita ekonomi terkini. Fokus pemberitaan monexnews adalah berita forex, saham, valuta asing, pergerakan nilai tukar dollar dan kurs mata uang utama lainnya, komoditi, harga emas logam mulia dan harga minyak dunia. Dilengkapi analisa harian dan indikator pasar keuangan dunia hari ini, rubrik belajar trading serta investasi online.

Search