Bursa Asia Melemah Respons Rencana Banyaknya Berita Negatif

Bursa Asia Melemah Respons Rencana Banyaknya Berita Negatif

Rabu, 10 April 2019 15:43:30 WIB

Indeks pada sejumlah Bursa Saham Asia tergelincir dari level tertinggi delapan bulan pada hari Rabu karena Dana Moneter Internasional menurunkan prospek pertumbuhan global dan Amerika Serikat dan Uni Eropa saling mengancam akan mengenakan tarif impor pada produk asal.

Indeks MSCI dari saham Asia Pasifik di luar Jepang turun 0,1 persen, sehari setelah mencapai tertinggi sejak 1 Agustus.

Indeks komposit Shanghai turun 0,4 persen dan Nikkei Jepang kehilangan 0,7 persen. Sebelumnya di Selasa malam indeks S&P 500 bursa Wall Street menyerah 0,61 persen dan Nasdaq Composite turun 0,56 persen.

Indeks MSCI untuk pasar saham dunia turun sedikit dari level tertinggi enam bulan pada hari Selasa, tetapi masih naik sekitar 19 persen dari level terendah dua tahun yang ditandai pada bulan Desember.

Dana Moneter Internasional (IMF), sesuai ucapan Direktur Pelaksananya Christine Lagarde pada pekan lalu, akhirnya menurunkan perkiraan pertumbuhan global untuk 2019 menjadi 3,3 persen. Dalam laporan World Economic Outlook (WEO) yang baru dirilis, outlook pertumbuhan ini turun 0,2 poin persentase dari estimasi pada Januari lalu di 3,5 persen.

Penurunan outlook pertumbuhan global ini adalah ketiga kalinya, setelah Oktober tahun lalu IMF menurunkan perkiraan pertumbuhan global dari 3,9 persen menjadi 3,7 persen, lalu di Januari lalu menurunkan lagi dari 3,7 persen menjadi 3,5 persen.

Pemerintahan Presiden Donald Trump mengajukan pengenaan tarif pada barang asal Eropa senilai 11 miliar dollar. Produk tersebut antara lain helikopter penumpang, beragam produk keju dan anggur, pakaian olahrga ski dan sepeda morot asal Uni Eropa. Kebijakan tarif ini sebagai respons atas subsidi yang diberikan Uni Eropa pada pabrikan pesawat Airbus. pesaing produsen pesawat AS Boeing Co.

Data AS semalam menambah kekhawatiran pelaku pasar karna jumlah lowongan pekerjaan turun ke level terendah 11-bulan pada bulan Februari dan meningkatkan keraguan tentang kekuatan pasar tenaga kerja AS, yang sejauh ini menjadi salah satu dari beberapa titik terang dalam perekonomian.


(Irdy)

Lihat Disclaimer
   
KIRIM KOMENTAR ANDA
Upload
0 KOMENTAR
Update terus mengenai promo, tools dan berita terbaru dari Monex
Monexnews.com menyajikan berita ekonomi terkini. Fokus pemberitaan monexnews adalah berita forex, saham, valuta asing, pergerakan nilai tukar dollar dan kurs mata uang utama lainnya, komoditi, harga emas logam mulia dan harga minyak dunia. Dilengkapi analisa harian dan indikator pasar keuangan dunia hari ini, rubrik belajar trading serta investasi online.

Search