Bursa Asia Terus Melaju

Bursa Asia Terus Melaju

Senin, 11 Maret 2013 11:30:46 WIB

Monexnews -Data sektor tenaga kerja AS yang kuat turut memberi andil bagi kinerja bursa Asia hari ini (11/03) setelah data perekonmian China terakhir sempat membebani sentimen pasar terutama di Shanghai. "Kondisi perekonomian di negara dengan perekoomian terbesar dunia (AS) mulai menunjukkan pemulihan sementara kondisi ekonomi di negara dengan perekonomian terbesar kedua dunia (China) mulai menunjukkan sedikit perbaikan," jelas Matthew Sherwood, kepala analis pasar Perpetual di Sydney. Angka inflasi China melambung menjadi 3.2% di bulan Februari dari 2.0% di bulan Januari, kenaikan tertinggi sejak April tahun lalu. Di saat yang sama, terdapat sinyal menurunnya aktivitas perekonomian domestik dengan menurunnya pertumbuhan produksi industri dan penjualan ritel. Angka inflasi yang melampaui ekspektasi dapat mendorong kecemasan bahwa Beijing akan mulai melakukan pengetatan moneter. Terlalu dini untuk menyatakan bahwa pemulihan China berjalan lamban.

Saham di China tercatat mengalami penurunan dengan Shanghai Composite -0.4%. Sementara di Hong Kong, indeks Hang Seng tercatat naik 0.6%. "Data perekonomian tidak terlalu mempengaruhi. Investor masih mencari lebih banyak hal terperinci atas program pengetatan pemerintah lokal dan dapat mempengaruhi kinerja saham," jelas Jacky Zheng, analis Capital Securities. Rilis data perekonomian terakhir dari China diimbangi oleh data pekerja AS yang dirilis hari Jumat yang dapat dijadikan sinyal selanjutnya bagi pemulihan ekonomi di negara dengan perekonomian terbesar dunia. Jumlah tenaga kerja AS bertambah 236,000 pekerja di bulan Februari dibandingkan dengan estimasi pasar sebesar 160,000. Saham Australia bergerak naik dengan S&P/ASX 200 naik 0.4%. Sementara saham pertambangan bergerak turun dengan beberapa saham perbankan lokal yang mencetak gain. Rio Tinto -2.0% dan BHP Billiton -0.9%, sementara National Australia Bank +1.3% dan Australia & New Zealand Banking Group naik 0.9%. Dolar menguat tajam terhadap yen sejak hari Jumat dan masih melanjutkan penguatan di awal perdagangan Asia hari ini. Dolar di Y96.16. Bursa Jepang terapresiasi di tengah pelemahan yen dengan Nikkei naik 0.9%. Saham eksportir diuntungkan oleh pelemahan valuta. Toyota Motor +1.8% dan Honda Motor +2.9%. Saham yang sensitif terhadap pelonggaran moneter diantaranya saham finansial dan real estate terlihat melanjutkan penguatan. Ekspektasi untuk pelonggaran kebijakan moneter terus meningkat sebelum adanya konfirmasi gubernur BoJ yang baru. Bank of Japan diprediksi akan menempati kursinya pekan depan.

Sumitomo Mitsui Financial Group +5.5% dan Mitsubishi Estate gain 4.5%. Sumco Corp. +5.1% setelah perusahaan melaporkan perolehan laba bersih senilai Y13.2 miliar, melampaui estimasi sebelumnya sebesar Y11 miliar. Kospi Korea Selatan tercatat turun 0.1%.

(din)


(din)

Lihat Disclaimer
   
KIRIM KOMENTAR ANDA
Upload
CAPTCHA
0 KOMENTAR
Update terus mengenai promo, tools dan berita terbaru dari Monex
Monexnews.com menyajikan berita ekonomi terkini. Fokus pemberitaan monexnews adalah berita forex, saham, valuta asing, pergerakan nilai tukar dollar dan kurs mata uang utama lainnya, komoditi, harga emas logam mulia dan harga minyak dunia. Dilengkapi analisa harian dan indikator pasar keuangan dunia hari ini, rubrik belajar trading serta investasi online.

Search