Bursa Asia Variatif di Tengah Kontraksi Ekonomi Jepang dan Jerman

Bursa Asia Variatif di Tengah Kontraksi Ekonomi Jepang dan Jerman

Kamis, 15 November 2018 11:36:56 WIB

Pasar saham Asia bervariasi pada awal perdagangan Kamis menyusul penurunan indeks saham Wall Street semalam berbarengan dengan menurunnya imbal hasil US Treasury. Pasar masih merespons berita negatif kontraksi ekonomi Jepang dan Jerman pada kaurtal ketiga yang diumumkan Rabu kemarin.

Nikkei turun 0,6 persen, dengan saham perusahaan elektronik dan keuangan memimpin penurunan. Panasonic turun 1,23 persen, menyentuh posisi terendah dua tahun, sementara Mitsubishi UFJ Financial dan Resona turun 3,9 persen dan 3,34 persen begitu pula SoftBank yang anjlok 3,70 persen. Namun saham Toshiba naik 3% pada level tertinggi dua tahun menyusul pengumuman pembelian kembali saham terbarunya.

Indeks acuan saham China berbalik menguat, melanjutkan kinerja terbaru, dengan sentimen terus dibantu oleh kebijakan stimulus pemerintah yang terencana. Shanghai Composite index bertambah 0,69 persen sedangkan indeks Shenzhen Composite menguat 0,47 persen. Penguatan didukung naiknya harga saham perusahaan minyak setelah harga minyak emntah dunia menguat setelah 12 hari memasuki fase bearish.

Perdagangan saham di bursa Wall Street pagi tadi gagal membuahkan hasil positif, dan ditutup kembali ke level terendah sejak akhir Oktober.

Reli di sesi awal yang didukung angka inflasi yang rendah kehilangan momentum setelah bakal ketua Komite Jasa Keuangan DPR AS menjanjikan untuk menghentikan pelonggaran peraturan perbankan pasca-krisis. Akibatnya, saham-saham perbankan langsung melemah dan membebani laju indeks, sementara penurunan saham Apple, menekan sektor teknologi.

Kontraksi ekonomi dialami Jepang dan Jerman selama kuartal ketiga, ditandai penurunan ekspor mobil di Jerman dan juga Jepang karena melemahnya permintaan global terutama dari China yang mengalami hambatan dagang dari AS dan juga negara emerging market yang mata uangnya mengalami depresiasi tajam terhadap dollar.


(Irdy)

Lihat Disclaimer
   
KIRIM KOMENTAR ANDA
Upload
0 KOMENTAR
Update terus mengenai promo, tools dan berita terbaru dari Monex
Monexnews.com menyajikan berita ekonomi terkini. Fokus pemberitaan monexnews adalah berita forex, saham, valuta asing, pergerakan nilai tukar dollar dan kurs mata uang utama lainnya, komoditi, harga emas logam mulia dan harga minyak dunia. Dilengkapi analisa harian dan indikator pasar keuangan dunia hari ini, rubrik belajar trading serta investasi online.

Search