Bursa Eropa Menguat di Tengah Kekhawatiran Geopolitik Timur Tengah

Bursa Eropa Menguat di Tengah Kekhawatiran Geopolitik Timur Tengah

Selasa, 16 Oktober 2018 17:30:56 WIB
Bursa Saham Eropa bervariasi pada Selasa pagi, seiring meningkatnya ketegangan antara Arab Saudi dan negara-negara Barat memperburuk kekhawatiran geopolitik dan membatasi kenaikan ekuitas.

Indeks Euro Stoxx 600 pan-Eropa bergerak menguat 0.52% atau 1.87 ke 361.18 dengan saham-saham telekomunikasi menjadi penguat utama. DAX bertambah 0.26%, CAC 40 Prancis mendaki 0.10%, namun FTSE London terkoreksi 0.35%.
Pemerintah Italia pada Senin malam menyetujui rancangan undang-undang anggaran untuk tahun depan, mengkonfirmasikan adanya defisit yang melebar.

Partai koalisi pemerintah Gerakan Bintang 5 yang anti-kemapanan dan Partai Liga telah mengguncang pasar keuangan telah memicu potensi kemelut antara pemerintah Italia dan Uni Eropa, yang dapat terbukti mengganggu integritas blok tersebut.

Undang-undang anggaran draf penuh akan dikirim ke parlemen Italia pada hari Sabtu. Anggota parlemen harus menyetujuinya pada akhir tahun. Pemerintah Italia tetap bersikeras tahun depan defisit neraca berjalan 2.4%, menaikkan belanja pensiun dan kesejahteraan dan memotong pajak, hal yang ditentang Brussels.

Fokus pasar masih terfokus pada hilangnya seorang wartawan terkemuka yang kritis terhadap kebijakan Arab Saudi awal bulan ini. Hilangnya Jamal Khashoggi - seorang warga AS dan kritikus terkemuka Putra Mahkota Mohammed bin Salman - setelah memasuki konsulat Saudi di Istanbul, Turki pada 2 Oktober itu, telah memicu kecaman internasional terhadap negara pimpinan OPEC tersebut, mengguncang pasar keuangan.

Otoritas Turki mengklaim Khashoggi dibunuh dan tubuhnya telah dibawa keluar dari Turki namun Arab Saudi membantah keras hal itu.

Bursa London terbebani perkembangan negosiasi Brexit yang tampaknya akan menuju No Deal daripada Soft Brexit. Pada hari Senin, Perdana Menteri Inggris Theresa May menyerukan agar rakyat Inggris untuk tenang dan berkepala "dingin" menyikapi perkembagnan negosiasi Brexit. Dalam pidato di depan parlemen, ia menggambarkan peluang Inggris untuk kesepakatan perdagangan masih dapat dicapai.

Namun Presiden Dewan Eropa Donald Tusk memperingatkan dalam sebuah surat kepada para pemimpin Uni Eropa pada hari Senin bahwa No Deal "lebih kemungkinan daripada sebelumnya."

(Irdy)

Lihat Disclaimer
   
KIRIM KOMENTAR ANDA
Upload
0 KOMENTAR
Update terus mengenai promo, tools dan berita terbaru dari Monex
Monexnews.com menyajikan berita ekonomi terkini. Fokus pemberitaan monexnews adalah berita forex, saham, valuta asing, pergerakan nilai tukar dollar dan kurs mata uang utama lainnya, komoditi, harga emas logam mulia dan harga minyak dunia. Dilengkapi analisa harian dan indikator pasar keuangan dunia hari ini, rubrik belajar trading serta investasi online.

Search