Bursa Eropa Rontok Respons Sengitnya Pembahasan Fiskal Italia dan Outlook Ekonomi

Bursa Eropa Rontok Respons Sengitnya Pembahasan Fiskal Italia dan Outlook Ekonomi

Rabu, 10 Oktober 2018 17:23:33 WIB

Indeks Bursa Saham Eropa melemah merespons situasi pembahasan anggaran Italia yang masih belum menemui titik temu dengan Komisi Eropa. Pasar juga masih belum lepas dari kekhawatiran terhadap pertumbuhan ekonomi tahun ini dan tahun depan setelah IMF memangkas outlook pertumbuhan global Selasa kemarin.

Indeks Stoxx 600 berkurang 0.35%, FTSE London melemah 0.16% CAC 40 Perancis terpangkas 0.64% dan DAX Jerman melorot 0.59%

Imbal hasil obligasi Italia kembali meningkat Rabu setelah wakil perdana menteri Italia, Matteo Salvini, yang merupakan pemimpin partai Liga sayap kanan, dilaporkan bersikeras anggaran pemerintah "tidak akan berubah" meskipun imbal hasil obligasi Italia dan pemerintah Jerman makin melebar.

Imbal hasil obligasi pemerintah Italia tenor 10 tahun naik 2,9 basis poin menjadi 3,539%, lebih dari 3 poin persentase di atas imbal hasil obligasi pemerintah Jerman dengan tenor sama, 0,55%.

Aksi jual obligasi Italia telah meningkatkan premi yang diminta oleh para investor untuk lelang obligasi Italia terbaru, jauh di atas obligasi pemerintah Jerman yang bebas risiko. Rencana anggaran Italia yang menginginkan defisit 2,4% dari produk domestik bruto pada tahun 2019, telah menarik kemarahan para pejabat Uni Eropa dan meningkatkan ancaman bentrokan dengan Brussels atas aturan fiskal blok itu.

Pasar juga masih fokus pada pemangkasan outlook pertumbuhan ekonomi global oleh IMF yang diumumkan IMF saat pertemuan IMF-World Bank dan G-20 di Bali, Selasa kemarin. IMF mengatakan dalam outlooknya sekarang memprediksi pertumbuhan global 3,7 % pada 2018 dan 2019, turun dari perkiraan bulan Juli sebesar 3,9 % pertumbuhan untuk kedua tahun tersebut.

Penurunan peringkat ini mencerminkan komibinasi beberapa faktor, termasuk pengenaan tarif impor antara Amerika Serikat dan China, kinerja yang lebih lemah oleh negara-negara zona euro, Jepang dan Inggris, dan meningkatnya suku bunga yang menekan beberapa pasar negara berkembang dengan akibat arus modal keluar, terutama di Argentina, Brasil, Turki dan Afrika Selatan.


(Irdy)

Lihat Disclaimer
   
KIRIM KOMENTAR ANDA
Upload
0 KOMENTAR
Update terus mengenai promo, tools dan berita terbaru dari Monex
Monexnews.com menyajikan berita ekonomi terkini. Fokus pemberitaan monexnews adalah berita forex, saham, valuta asing, pergerakan nilai tukar dollar dan kurs mata uang utama lainnya, komoditi, harga emas logam mulia dan harga minyak dunia. Dilengkapi analisa harian dan indikator pasar keuangan dunia hari ini, rubrik belajar trading serta investasi online.

Search