Bursa Saham Asia Ditutup Menguat Dipengaruhi Membaiknya Ekonomi AS

Bursa Saham Asia Ditutup Menguat Dipengaruhi Membaiknya Ekonomi AS

Senin, 11 Desember 2017 17:22:58 WIB

Monexnews -Bursa saham Asia ditutup kompak menguat pada hari Senin, (11/12/2017), dipicu kenaikan indeks Wall Stree akhir pekan lalu karena optimisme perekonomian Amerika Serikat menyusul pasar tenaga kerja yang semakin ketat. Indeks Standard & Poor's 500 menggapai kenaikan mingguan ketiga berturut-turut pada hari Jumat.

Indeks saham Nikkei 225 Jepang naik 0.56 persen ke 22.938,73 dan indeks Hang Seng Hong Kong menguat 1.14 persen ke 28.965.29. Indeks Bursa Australia, SP ASX 200, mengalami peningkatan harga 0.07 persen ke 5,998.30 dan indeks komposit Shanghai bertambah 0,98 persen ke 3322. Kospi Korea Selatan naik sedikit 0,30 persen menjadi 2.471,4 sementara bursa saham di Asia Tenggara seperti Bursa Efek Indonesia juga semringah dengan ditutup menguat 0,40 persen ke 6.030.

Sebelumnya di akhir pekan lalu mayoritas saham di bursa A.S. naik setelah laporan pekerjaan menunjukkan bahwa jumlah pekerjaan non pertanian bertambah 230.000 di bulan lalu dan tingkat pengangguran tetap pada 4,1 persen, bukti terbaru bahwa ekonomi A.S. terus membaik, selaras dengan negara-negara lain di dunia. Indeks S & P 500 naik 0,6 persen menjadi 2.651,50, menciptakan rekor baru sepanjang masa. Sedangkan indeks Dow Jones naik 0,5 persen menjadi 24.329,16 dan komposit Nasdaq naik 0,4 persen menjadi 6.840,08.

"Data ekonomi di sejumlah negara, China, Jepang dan AS yang lebih kuat dari perkiraan memicu rally global di pasar saham pada hari Jumat. Dolar AS naik, komoditas industri terangkat dan pasar berjangka mengindikasikan rally akan berlanjut di perdagangan Asia Pasifik. Namun investor cenderung menunjukkan beberapa kehati-hatian menjelang keputusan bank sentral utama dan data penting global lainnya minggu ini," ujar Michael McCarthy dari CMC Markets.

Dari faktor geopolitik adanya sebuah kesepakatan Brexit yang memungkinkan pembicaraan berlanjut ke tahap berikutnya bagi Inggris untuk meninggalkan Uni Eropa telah meyakinkan investor. Investor bisa berharap Inggris dapat keluar dari Uni Eropa dengan mulus sehingga tidak mengganggu perdagangan global. Sumber kekhawatiran lain yang potensial bagi investor juga sirna setelah Kongres AS mengeluarkan sebuah RUU belanja negara yang mencegah penutupan pemerintah atau

shutdown. Keputusan Kongres memperpanjang aktivitas pemerintah A.S. sampai 22 Desember.

(Irdy)


(Irdy)

Lihat Disclaimer
   
KIRIM KOMENTAR ANDA
Upload
CAPTCHA
0 KOMENTAR
Update terus mengenai promo, tools dan berita terbaru dari Monex
Monexnews.com menyajikan berita ekonomi terkini. Fokus pemberitaan monexnews adalah berita forex, saham, valuta asing, pergerakan nilai tukar dollar dan kurs mata uang utama lainnya, komoditi, harga emas logam mulia dan harga minyak dunia. Dilengkapi analisa harian dan indikator pasar keuangan dunia hari ini, rubrik belajar trading serta investasi online.

Search