Bursa Saham Asia Melorot Karena Dampak Dari Gagalnya Negosiasi Yunani

Bursa Saham Asia Melorot Karena Dampak Dari Gagalnya Negosiasi Yunani

Kamis, 25 Juni 2015 13:58:49 WIB

Monexnews - Bursa saham Asia sebagian besar terjun ke wilayah negatif pada hari Kamis, mengikuti pergerakan negatif dari Wall Street setelah negosiasi antara Yunani dan para krediturnya menemui jalan buntu pada hari Rabu.

Pertemuan Eurogroup berakhir pada hari Rabu tanpa ada sebuah kesepakatan, sekali lagi meningkatkan resiko default hutang Yunani. Berdasarkan pernyataan dari menteri keuangan Finlandia, para pejabat dijadwalkan akan mengadakan pertemuan kembali pada hari Kamis.

Bursa saham China bangkit dari pergerakan datarnya sejak awal sesi untuk menguat sekitar 0.4% hingga sesi tengah hari.

Pekan lalu, indeks Shanghai Composite merosot 13.3%, menandai penurunan tertajam dalam tingkat mingguan sejak era krisis keuangan global. Para analis menghubungkan rebound terhadap ekspektasi bahwa pemerintah dapat melangkah lebih jauh dengan mendukung kebijakan moneter untuk hindari kejatuhan di pasar saham.

Indeks

Nikkei 225 Jepang melemah dari level puncak 18 tahun yang dicapai pada hari Rabu.

Saham otomotif salah satunya yang mengalami kerugian terbesar seiring para trader mengambil untung setelah reli baru-baru ini. Saham Nissan dan Toyota Motor masing-masing anjlok 1%, sementara itu saham Suzuki motor hanya melorot 0.6%.

Penurunan hampir 3% dalam saham Fanuc juga membebani bursa Jepang pada hari Kamis.

Indeks utama Korea Selatan, Kospi, berada dalam jalur untuk penguatan enam hari beruntun.

Indeks pada awal sesi bergerak lesu karena pergerakan di sektor teknologi, produsen mobil dan utilitas. Saham Samsung Electronics memperpanjang kerugiannya untuk turun 1.5%, sementara itu saham Hyundai Motor dan Kia Motor anjlok 1.1% dan 1.4% untuk masing-masing.

Sementara itu saham di sektor farmasi masih berkinerja positif, dengan indeks saham perawatan kesehatan melonjak 5.1%. Di dalam sektor tersebut, saham Daewoong Pharmaceuticals dan Hanmi Pharmaceuticals masing-masing melonjak 9.1% dan 5.1%.

(fsyl)


(fsyl)

Lihat Disclaimer
   
KIRIM KOMENTAR ANDA
Upload
CAPTCHA
0 KOMENTAR
Update terus mengenai promo, tools dan berita terbaru dari Monex
Monexnews.com menyajikan berita ekonomi terkini. Fokus pemberitaan monexnews adalah berita forex, saham, valuta asing, pergerakan nilai tukar dollar dan kurs mata uang utama lainnya, komoditi, harga emas logam mulia dan harga minyak dunia. Dilengkapi analisa harian dan indikator pasar keuangan dunia hari ini, rubrik belajar trading serta investasi online.

Search