Bursa Saham Asia Tertekan di Awal Pekan Karena Data China Yang Pesimis

Bursa Saham Asia Tertekan di Awal Pekan Karena Data China Yang Pesimis

Senin, 10 Desember 2018 09:38:58 WIB
Bursa saham Asia diperdagangkan lebih rendah pada Senin pagi setelah perilidan data perdagangan China yang lebih rendah dari perkiraan selama akhir pekan.

Pasar China daratn, yang sangat diperhatikan pasar karena perang dagang Beijing dan Washington, turun pada awal perdagangan. Indeks Shanghai Composite turun 0,44% sementara itu indeks Shenzen Composite melemah 0,75%.

Sementara itu indeks Hang Seng diperdagangkan turun sekitar 1,4% karena penurunan di saham China Construction Bank.

Pada akhir pekan China melaporkan data ekspor dan impor bulan November yang lebih rendah dari perkiraan, yang menunjukkan melambatnya permintaan global dan domestik dan meningkatkan kemungkinan bahwa Beijing mungkin akan mengambil langkah-langkah untuk meningkatkan pertumbuhan.

Bea cukai China pada hari Sabut melaporkan bahwa nilai ekspor bulan November naik 5,4%, berada di bawah prediksi Reutersuntuk kenaikan 10%. Angka tersebut juga menunjukkan kinerja terlemah sejak kontraksi 3% di bulan Maret. Data bea cukai menunjukkan bahwa pertumbuhan tahunan untuk ekspor ke semua rekan utama China melambat secara signifikan.

Sementara itu untuk pertumbuhan impor hanya 3%, terlambat sejak Oktober 2016, dan lebih rendah dari perkiraan pertumbuhan 14,5% dalam survei Reuters. Impor bijih besi turun untuk kedua kali, mencerminkan menurunnya permintaan untuk menyimpan kembali karena mengecilnya keuntungan di pabrik baja.
(fsyl)

Lihat Disclaimer
   
KIRIM KOMENTAR ANDA
Upload
0 KOMENTAR
Update terus mengenai promo, tools dan berita terbaru dari Monex
Monexnews.com menyajikan berita ekonomi terkini. Fokus pemberitaan monexnews adalah berita forex, saham, valuta asing, pergerakan nilai tukar dollar dan kurs mata uang utama lainnya, komoditi, harga emas logam mulia dan harga minyak dunia. Dilengkapi analisa harian dan indikator pasar keuangan dunia hari ini, rubrik belajar trading serta investasi online.

Search