Bursa Saham Berjangka AS Anjlok, Terbawa Sentimen China Dan Ukraina

Bursa Saham Berjangka AS Anjlok, Terbawa Sentimen China Dan Ukraina

Rabu, 12 Maret 2014 20:38:03 WIB

Monexnews -

Bursa saham berjangka AS tergelincir, setelah mengalami penurunan terbesar dalam sepekan untuk indeks Standard & Poor 500 pada pekan lalu, di tengah kecemasan tentang perlambatan pertumbuhan di China seiring para investor sedang menunggu perkembangan terbaru dari krisis di Ukraina.

Saham Express Inc. turun sebanyak 12 persen seiring laba retailer pakaian tersebut tidak mencapai estimasi analis. Saham EPL Oil & Gas Inc. melonjak sebesar 29 persen setelah perusahaan Energy XXI (Bermuda) Ltd. sepakat untuk membeli perusahaan tersebut senilai $1.5 milyar. Selain itu saham Oxigene Inc. naik lebih dari dua kali lipat setelah sidang tahap kedua dari perusahaan obat tersebut menunjukkan tanda-tanda keberhasilan.

Bursa berjangka S&P 500 turun sebanyak 0.4% menjadi 1,857 pada pukul 20.27 wib. Indeks pada pekan lalu bergerak menjauh sebesar 0.6% dari level tertingginya. Kontrak Dow Jones Industrial Average melemah sebanyak 65 poin, atau 0.4%, menjadi 16273.

Aktivitas di luar negeri dan spekulasi yang bermunculan tentang China kembali berikan tekanan pada pasar internasional dan anda akan melihat itu menyebabkan beberapa resiko di berbagai pasar seperti di AS, kata Walter Todd, yang merupakan analis di Greenwood Capital Associates LLC di South Carolina. Semua orang sedang memantau untuk ketika indeks berada di posisi tertingginya.

Bursa saham AS kemarin tergelincir seiring saham komoditas merosot dengan harga tembaga dan minyak yang melorot ditengah kecemasan atas ekonomi China. China umumkan target pertumbuhan sebesar 7.5% pada pekan lalu, itu merupakan yang terlemah sejak tahun 1990, dan mereka pertama kali mengalami default pada obligasi dalam negeri setelah produsen pembuat panel surya gagal untuk melakukan pembayaran bunga.

China, yang merupakan konsumen terbesar dari segala hal seperti logam dan kedelai, di jadwalkan akan merilis data produksi industri besok setelah laporan pada pekan lalu menunjukkan penurunan tajam di ekspor sejak tahun 2009.

(fsyl)


(fsyl)

Lihat Disclaimer
   
KIRIM KOMENTAR ANDA
Upload
CAPTCHA
0 KOMENTAR
Update terus mengenai promo, tools dan berita terbaru dari Monex
Monexnews.com menyajikan berita ekonomi terkini. Fokus pemberitaan monexnews adalah berita forex, saham, valuta asing, pergerakan nilai tukar dollar dan kurs mata uang utama lainnya, komoditi, harga emas logam mulia dan harga minyak dunia. Dilengkapi analisa harian dan indikator pasar keuangan dunia hari ini, rubrik belajar trading serta investasi online.

Search