China dan Yunani Bebani Bursa Eropa

China dan Yunani Bebani Bursa Eropa

Selasa, 10 Februari 2015 03:04:15 WIB

Monexnews - Bursa saham Eropa melemah pada hari Senin, terbebani oleh data perdagangan China yang lebih rendah dari estimasi, serta kondisi geopolitik Yunani.

Dalam pidarto pertamanya di hadapan parlemen hari Minggu kemarin, Perdana Menteri Yunani, Alexis Tsipras, membeberkan rencana untuk menghapuskan program penghematan yang dilakukan oleh pemerintahan sebelumnya sebagai bagian dari kesepakatan bailout. Rencana PM Tsipras tersebut memberikan kekhawatiran akan hubungan Yunani dengan negara Eropa lainnya. Laporan dari China menunjukkan impor dan ekspor anjlok tajam di bulan Januari, menunjukkan melambatnya konsumsi dalam negeri ekonomi terbesar kedua di dunia tersebut. Ekspor tercatat turun 3,3% dibandingkan Januari 2014, berbanding terbalik dengan kenaikan 9,7% di bulan Desember, dan mematahkan ekspektasi kenaikan 4,0% oleh para ekonom. Adapun impor tahunan periode Januari tercatat merosot 19,9%, jauh lebih buruk dibandingkan penurunan bulan Desember yang sebesar 2,4% serta di bawah ekspektasi kenaikan 3,3%. Indeks FTSE melemah 0,2% menjadi 6.8374,15, beberapa perusahaan dalam FTSE sangat terkait dengan pertumbuhan global dan China. Indeks DAX Jerman turun 1,7% menjadi 10.663,51, dan CAC Perancis kehilangan 0,9% menjadi 4.651,08. (pap)


(pap/Monex)

Lihat Disclaimer
   
KIRIM KOMENTAR ANDA
Upload
CAPTCHA
0 KOMENTAR
Update terus mengenai promo, tools dan berita terbaru dari Monex
Monexnews.com menyajikan berita ekonomi terkini. Fokus pemberitaan monexnews adalah berita forex, saham, valuta asing, pergerakan nilai tukar dollar dan kurs mata uang utama lainnya, komoditi, harga emas logam mulia dan harga minyak dunia. Dilengkapi analisa harian dan indikator pasar keuangan dunia hari ini, rubrik belajar trading serta investasi online.

Search