Data Tenaga Kerja Yang Buruk Benamkan Indeks Berjangka AS

Data Tenaga Kerja Yang Buruk Benamkan Indeks Berjangka AS

Sabtu, 04 April 2015 02:22:48 WIB

Monexnews - Indeks saham berjangka AS anjlok pada hari Jumat Agung pasca data nonfarm payrolls yang dirilis jauh di bawah ekspektasi, yaitu sebanyak 126,000. Amerika Serikat menambah 126,000 pekerjaan di bulan Maret, angka palign kecil sejak 2013 dan di bawah ekspektasi sebesar 245,000. Tingkat pengangguran stabil pada 5.5%, sesuai estimasi. Tingkat upah naik sedikit lebih tinggi dari ekspektasi, sebanyak 0.3%. Indeks berjangka Dow anjlok lebih dari 160 poin pada hari Jumat pagi, dengan indeks berjangka lainnya juga melemah tajam. Data tenaga kerja dari pemerintah akan menjadi fokus pada trader di seluruh dunia untuk petunjuk waktu kenaikan suku bunga dari rekor rendah oleh Federal Reserve. Terlepas dari data tenaga kerja, perdagangan hari Jumat relatif sepi, dengan hanya pasar indeks saham berjangka dan obligasi yang dibuka pada hari libur Jumat Agung di AS.

Peter Boockvat, kepala analis pasar pada The Lindsey Group mengatakan bahwa the Fed melihat perekonomian masih buruk dan dengan pasar tenaga kerja yang berada di puncak kenaikan upah akibat ketatnya pasar tenaga kerja dan rendahnya produktivitas. Hal ini merupakan posisi sulit bagi mereka dan mereka tidak dapat merespon jika perekonomian terus memburuk, tambahnya. Ia juga mengatakan bahwa data tenaga kerja masih akan mengalami 3 revisi dan belum final. Bagaimanapun juga, ia mengatakan data hari Jumat membawa laju pertumbuhan tenaga kerja di kuartal pertama menjadi rata-rata 197,000 dibandingkan dengan 260,000 di 2014.

(xiang)


(xiang)

Lihat Disclaimer
   
KIRIM KOMENTAR ANDA
Upload
CAPTCHA
0 KOMENTAR
Update terus mengenai promo, tools dan berita terbaru dari Monex
Monexnews.com menyajikan berita ekonomi terkini. Fokus pemberitaan monexnews adalah berita forex, saham, valuta asing, pergerakan nilai tukar dollar dan kurs mata uang utama lainnya, komoditi, harga emas logam mulia dan harga minyak dunia. Dilengkapi analisa harian dan indikator pasar keuangan dunia hari ini, rubrik belajar trading serta investasi online.

Search