Hari Terburuk Bagi Nasdaq Sejak April 2014

Hari Terburuk Bagi Nasdaq Sejak April 2014

Kamis, 26 Maret 2015 03:41:09 WIB

Monexnews - Tingginya nilai tukar dollar mulai membebani sentimen investor jelang musim laporan earning perusahaan, yang dikhawatirkan akan menurunkan pendapatan. Penguatan dollar tersebut sepertinya juga mulai terlihat berdampak pada ekonomi AS. Departemen Perdagangan AS melaporkan tingkat pesanan barang tahan lama turun 1,4% di bulan Februari, dari bulan sebelumnya yang naik 2,0%. Analis sebelumnya memperkirakan pesanan akan naik 0,3%. Sementara pesanan barang tahan lama inti, yang tidak memasukkan sektor transportasi, turun 0,2%, dibandingkan ekspektasi kenaikan 0,3%. Selain faktor lemahnya permintaan global, tingginya nilai tukar dollar juga dikatakan sebagai penyebab penurunan pesanan. Presiden Federal Reserve Chicago, Charles Evasns, pada hari Rabu waktu setempat mengatakan para pembuat kebijakan perlu "yakin" inflasi sedang menuju target 2% sebelum menaikkan suku bunga. Jika belum yakin, maka tidak ada alasan kuat untuk menaikkan suku bunga. Sell off terhadap saham teknologi dan biotek membuat indeks Nasdaq merosot 118,21 poin atau 2,4% menjadi 4.876,52, dan menjadi hari terburuk sejak bulan April 2014. Indeks S&P 500 melemah 30,45 poin atau 1,5% menjadi 2.061,05, dan indeks Dow Jones berbalik ke zona merah di tahun ini setelah anjlok 292,60 poin atau 1,5% menjadi 17.718,54. (pap)


(pap/Monex)

Lihat Disclaimer
   
KIRIM KOMENTAR ANDA
Upload
CAPTCHA
0 KOMENTAR
Update terus mengenai promo, tools dan berita terbaru dari Monex
Monexnews.com menyajikan berita ekonomi terkini. Fokus pemberitaan monexnews adalah berita forex, saham, valuta asing, pergerakan nilai tukar dollar dan kurs mata uang utama lainnya, komoditi, harga emas logam mulia dan harga minyak dunia. Dilengkapi analisa harian dan indikator pasar keuangan dunia hari ini, rubrik belajar trading serta investasi online.

Search