Indeks S&P 500 Capai Rekor Tertinggi Baru Atas Ekspektasi Pertumbuhan

Indeks S&P 500 Capai Rekor Tertinggi Baru Atas Ekspektasi Pertumbuhan

Jum'at, 30 Mei 2014 03:58:04 WIB

Monexnews -

Bursa saham AS menguat untuk ke lima kalinya dalam enam hari, mendorong indeks Standard & Poor ke rekor tertingginya, setelah Tyson Foods Inc menawarkan untuk membeli saham Hillshire Brands Co. dan para investor berspekulasi bahwa ekonomi akan membaik setelah berkontraksi di kuartal pertama.

Indeks S&P 500 menguat 0.5% menjadi 1,920.03 di New York. Indeks kemarin turun sebesar 0.1% dari rekor tertingginya untuk hentikan reli ke empat berturut-turut. Indeks Dow Jones Industrial Average menguat sebesar 65.56 poin, atau 0.4%, menjadi 16,698.74. Indeks Nasdaq naik sebesar 0.6% ke level tertingginya sejak September 2000.

Tidak peduli pada apa hasil angka GDP, karena data yang membaik saat ini telah menjadi latar belakang yang mendasari keyakinan pasar, kata Sam Turner, seorang manajer keuangan di Riverfront Investment Group LLC di Richmond, Virginia. Kita miliki dua bulan dimana di sana ada small caps, tingginya momentum atas terus menguatnya indeks benar-benar menunjukkan mereka telah mendapatkan pijakannya. Saat ini mereka oversold dan mulai terlihat untuk beberapa pemulihan. Indeks S&P 500 telah reli sebesar 5.7% sejak maraknya aksi jual di dalam small-cap dan saham internet yang melebar ke pasar secara luas dan menyeret indeks patokan ke level terendah dalam dua bulan di bulan April. Indeks Nasdaq 100 telah melonjak sebesar 8.4% pada periode tersebut. Indeks secara luas telah menguat sebesar 184% dari level terendah di bulan Maret 2009. Ekonomi AS berkontraksi untuk pertama kalinya dalam tiga tahun dari periode Januari sampai Maret seiring perusahaan-perusahaan menambahkan persediaannya pada laju yang lebih lambat dan membatasi investasinya. GDP AS turun 1% pada tingkat tahunan di kuartal pertama, ini merupakan sebuah penurunan yang lebih besar dari proyeksi analis, setelah sebuah laporan sebelumnya menunjukkan kenaikan 0.1%, di laporkan oleh departemen perdagangan. (fsyl)


(fsyl)

Lihat Disclaimer
   
KIRIM KOMENTAR ANDA
Upload
CAPTCHA
0 KOMENTAR
Update terus mengenai promo, tools dan berita terbaru dari Monex
Monexnews.com menyajikan berita ekonomi terkini. Fokus pemberitaan monexnews adalah berita forex, saham, valuta asing, pergerakan nilai tukar dollar dan kurs mata uang utama lainnya, komoditi, harga emas logam mulia dan harga minyak dunia. Dilengkapi analisa harian dan indikator pasar keuangan dunia hari ini, rubrik belajar trading serta investasi online.

Search