Koreksi Bursa Asia Masih Berlanjut

Koreksi Bursa Asia Masih Berlanjut

Rabu, 23 Januari 2013 13:11:15 WIB

Monexnews -Pergerakan bursa Asia di siang hari terpantau melemah. Indeks Jepang masih memimpin pelemahan bursa setelah saham lokal tertekan apresiasi nilai tukar yen. Fokus utama di pasar mata uang regional adalah nilai tukar yen yang saat ini cenderung bergerak stabil setelah kemarin (22/01) sempat menguat pasca rilis hasil rapat pertemuan Bank of Japang yang berlangsung selama dua hari,

Kemarin bank sentral memutuskan untuk mengadopsi target inflasi sebesar 2.0% dan berkomitmen untuk melanjutkan program pembelian aset. Meski hasil pertemuan sudah dapat diduga oleh pasar, kekhawatiran atas program yang tidak akan dimulai hingga tahun 2014 menjadi katalis bagi penguatan yen. Penguatan nilai tukar yen menekan pergerakan indeks Nikkei yang turun hingga 1.2%. Penguatan mata uang lokal juga membebani kinerja saham eksportir lokal diantaranya Toyota Motor yang anjlok 1.2%, sementara Nikon Corp. turun 2.1%. Saham finansial juga menjadi saham yang turut tergerus penguatan yen dengan Nomura Holdings -2.9% dan Dai-Ichi Life Insurance -4.3%.

Meski pasar regional sempat terapresiasi di awal perdagangan pasar Asia, saham kembali terkoreksi dikarenakan minimnya katalis positif. Pasar regional tengah menanti musim earnings yang diawali oleh laporan pendapatan dari perusahaan-perusahaan besar baik dari Korea Selatan maupun dari Jepang yang dijadwalkan akan dilangsungkan pekan depan.

Antisipasi atas rilis earnings sudah terlihat saat ini dengan TDK turun 3.1% setelah Nikkei memberitakan bahwa laba oparasioanal perusahaan tampaknya akan anjlok sekitar 30% per tahun menjadi sekitar Y5 miliar dalam kurun waktu bulan Oktober hingga Desember. Minimnya earnings dikarenakan lemahnya permintaan atas komponen untuk smartphone.

Kospi Korea Selatan turun 0.2%, sementara Hyundai Motor dan Samsung Electronics masing-masing naik 2.3% dan 0.4% menjelang laporan earnings pekan ini. Sementara data pertumbuhan perekonomian Korea Selatan untuk kuartal empat akan dirilis hari Kamis (24/01). Angka diperkirakan meningkat jika dibandingkan dengan kuartal ketiga. S&P/ASX 200 Korea Selatan naik 0.3%, dengan saham pertambangan besar diantaranya BHP Billiton mencatat kenaikan 1.4% setelah perusahaan melaporkan adanya pertumbuhan produksi yang signifikan di kuartal paruh pertama dan penjualan yang mencatat rekor.

Dari pasar valuta dilaporkan bahwa Aussie melemah pasca rilis data inflasi lokal yang naik 0.2% di kuartal empat tahun lalu. Saat ini Aussie di A$1.0538 dibandingkan dengan $1.0562 menjelang rilis data. Saham di China menunjukkan pelemahan dengan indeks Hong Kong Hang Seng turun 0.2% dan Shanghai Composite turun 0.4%.

(din)


(din)

Lihat Disclaimer
   
KIRIM KOMENTAR ANDA
Upload
CAPTCHA
0 KOMENTAR
Update terus mengenai promo, tools dan berita terbaru dari Monex
Monexnews.com menyajikan berita ekonomi terkini. Fokus pemberitaan monexnews adalah berita forex, saham, valuta asing, pergerakan nilai tukar dollar dan kurs mata uang utama lainnya, komoditi, harga emas logam mulia dan harga minyak dunia. Dilengkapi analisa harian dan indikator pasar keuangan dunia hari ini, rubrik belajar trading serta investasi online.

Search