Kospi Mencerna Data Inflasi China

Kospi Mencerna Data Inflasi China

Selasa, 10 Maret 2015 09:29:34 WIB

Monexnews - Indeks Kospi berjangka diperdagangkan mendatar pada hari Selasa (10/3) setelah rekan dagang utamanya, China, menerbitkan data inflasi di bulan Februari. Indeks Harga Konsumen (CPI) China rebound ari level terendah 5-tahun, ke level 1,4% di bulan Februari. Namun Indeks Harga Produsen (PPI) turun 4,8% di bulan Februari, lebih buruk dari ekspektasi penurunan 4,3%. Pasar Kospi tampaknya mencerna pengaruh data mix dari China ini mengingat China merupakan tujuan utama ekspor Korea Selatan, yaitu 25% dari total ekspornya.

Indeks Kospi sempat dibuka menguat 0,2% dengan data penjualan ritel yang menguat tajam di bulan Februari, setelah berkontraksi selama 5-bulan. Kenaikan permintaan selama hari raya Imlek berhasil meningkatkan penjualan toko diskon yang naik 30,5% pada bulan lalu dan penjualan department store naik 7,1%, berdasarkan data Green Book dari Kementerian Strategi dan Keuangan. Data terbaru ini menunjukkan pengeluaran konsumen meningkat 0,5% di kuartal IV dibandingkan kuartal yang sebelumnya. Hal ini menunjukkan membaiknya sentimen konsumen sehingga membuat mereka lebih yakin membelanjakan uangnya di awal tahun 2015. Terpantau sejauh ini, indeks Kospi turun sekitar 0.09% di kisaran 252.49 dan indeks Kospi Berjangka 0,26% lebih rendah diperdagangkan di kisaran 252.35. (YS)


(YS)

Lihat Disclaimer
   
KIRIM KOMENTAR ANDA
Upload
CAPTCHA
0 KOMENTAR
Update terus mengenai promo, tools dan berita terbaru dari Monex
Monexnews.com menyajikan berita ekonomi terkini. Fokus pemberitaan monexnews adalah berita forex, saham, valuta asing, pergerakan nilai tukar dollar dan kurs mata uang utama lainnya, komoditi, harga emas logam mulia dan harga minyak dunia. Dilengkapi analisa harian dan indikator pasar keuangan dunia hari ini, rubrik belajar trading serta investasi online.

Search