Lagi, Asia Berakhir Variatif Terkait Irak & Ukraina

Lagi, Asia Berakhir Variatif Terkait Irak & Ukraina

Selasa, 17 Juni 2014 16:58:57 WIB

Monexnews -

Bursa Asia kembali berakhir variatif pada perdagangan hari Selasa (17/6) akibat merosotnya risk appetite (minat terhadap aset berisiko) terkait memanasnya situasi di negara Irak dan Ukraina. Sejumlah militan dari Negara Islam Irak dan Levant (ISIL) dilaporkan berhasil menguasai kota lainnya yaitu Saqlaqiya, sebelah barat Baghdad, dengan bantuan dari kelompok Sunni. Sementara, Rusia menghentikan pasokan gas ke Ukraina di hari Senin kemarin setelah kedua negara gagal menyepakati skema pembayaran. Di Jepang, bursa Tokyo rebound dengan ditutup menguat +2.9% setelah para investor menyambut cetak biru reformasi ekonomi dari pemerintah yang dikenal sebagai "panah ketiga" untuk strategi pertumbuhan dari PM Abe, yang dirilis hari Senin. Sedangkan bursa Korea Selatan melanjutkan penguatannya di hari ke-2 nya berkat rally sejumlah saham afiliasi LG. Saham LG Display melejit 3% dan LG Electronics naik 1%. Indeks KOSPI menutup pasar dengan gain +0.4%. Namun indeks Hang Seng berakhir di zona negatif akibat investor kecewa setelah data dari China menunjukkan angka investasi asing merosot ke level rendah dalam 16-bulan terakhir di Mei dengan mencatat 2.8% vs 5%. Selain itu, saham perbankan juga ikut merosot kendati sejumlah bank besar utama di China telah memenuhi syarat untuk pemotongan rasio cadangan (GWM) di bawah rencana bank sentral demi menaikkan pinjaman bagi usaha kecil dan sektor pedesaan. Indeks bursa Hang Seng akhirnya ditutup melemah (-0.42%). (dar)


(dar)

Lihat Disclaimer
   
KIRIM KOMENTAR ANDA
Upload
CAPTCHA
0 KOMENTAR
Update terus mengenai promo, tools dan berita terbaru dari Monex
Monexnews.com menyajikan berita ekonomi terkini. Fokus pemberitaan monexnews adalah berita forex, saham, valuta asing, pergerakan nilai tukar dollar dan kurs mata uang utama lainnya, komoditi, harga emas logam mulia dan harga minyak dunia. Dilengkapi analisa harian dan indikator pasar keuangan dunia hari ini, rubrik belajar trading serta investasi online.

Search