Lagi, Cemaskan Perlambatan China, Pasar Asia Mengendur

Lagi, Cemaskan Perlambatan China, Pasar Asia Mengendur

Senin, 19 Mei 2014 16:01:49 WIB

Monexnews -

Kinerja saham Asia mengendur di perdagangan hari Senin (19/5) akibat kecemasan investor terhadap melambatnya pertumbuhan China setelah data di hari Minggu lalu menunjukkan rerata harga rumah baru menurun ke level rendah dalam setahun di April.

Rata-rata tingkat harga rumah baru (China new home prices y/y) mengalami penurunan ke angka 6,7% dari bulan sebelumnya setahun lalu yang tercatat 7,7%. Otoritas Beijing pada hari Jumat lalu juga mengumumkan peraturan baru terhadap pinjaman antar bank dalam upaya untuk menindak sekaligus menanggulangi masalah shadow banking . Di Jepang, indeks

Nikkei (N225) melanjutkan koreksinya hari Jumat dengan berakhir melemah (-0.64%) akibat penguatan yen memicu investor untuk menghindari sejumlah aset berisiko. Sentimen investor juga terpukul oleh lemahnya saham China akibat kekhawatiran terhadap melambatnya pertumbuhan ekonomi China.

Namun bursa Seoul justru menguat sekaligus mencatat penutupan tertinggi baru tahun ini berkat besarnya arus masuk modal asing mampu menandingi aksi profit-taking di tengah penguatan kurs won akibat tingginya permintaan eksportir. Indeks KOSPI berakhir naik +0.08%, rekor penutupan tertinggi sejak 2 Desember, 2013. Dan sepanjang pekan lalu indeks telah menguat 2.9%. Sementara aksi ambil untung di sektor properti membuat bursa Hong Kong ikut terkoreksi (-0.04%) menyusul buruknya data harga rumah baru China, sekaligus menambah kecemasan terhadap merosotnya pasar properti China. Koreksi indeks

Hang Seng hari ini juga terkait pesimisme di kalangan investor setelah data yang rilis pada hari Jumat lalu menunjukkan angka GDP tahunan Hong Kong melambat menjadi 2,5% pada kuartal I dari angka sebelumnya 2,9% di kuartal IV. (dar)


(dar)

Lihat Disclaimer
   
KIRIM KOMENTAR ANDA
Upload
CAPTCHA
0 KOMENTAR
Update terus mengenai promo, tools dan berita terbaru dari Monex
Monexnews.com menyajikan berita ekonomi terkini. Fokus pemberitaan monexnews adalah berita forex, saham, valuta asing, pergerakan nilai tukar dollar dan kurs mata uang utama lainnya, komoditi, harga emas logam mulia dan harga minyak dunia. Dilengkapi analisa harian dan indikator pasar keuangan dunia hari ini, rubrik belajar trading serta investasi online.

Search