Mayoritas Asia Terimbas Buruknya NFP-AS

Mayoritas Asia Terimbas Buruknya NFP-AS

Senin, 08 April 2013 11:42:40 WIB

Monexnews - Secara umum rally bursa Asia nampak tersendat di awal pekan ini (Senin, 8/4) terutama lantaran sentimen investor terpengaruh oleh bursa Wall Street yang berakhir merosot pada akhir pekan lalu akibat buruknya rilis angka ketenaga-kerjaan Amerika Serikat (AS).

Pihak Departemen Tenaga Kerja AS mengumumkan bahwa lapangan pekerjaan Amerika (Non-farm Payrolls/NFP) hanya mampu menyerap 88.000 tenaga kerja sepanjang bulan Maret lalu, jauh di bawah ekspektasi 200.000. Bersama dengan suramnya indikator ekonomi pada sektor manufaktur dan jasa sebelumnya, data tenaga kerja ini mungkin akan meyakinkan the Fed untuk mempertahankan kebijakannya sesuai rencana.

Namun demikian tingkat pengangguran AS sepanjang bulan Maret lalu menurun sebesar 7.6% lebih rendah dari ekspektasi dan bulan sebelumnya di angka 7.7%. Di lantai bursa Tokyo Jerpang, indeks

Nikkei nampak paling unggul di perdagangan sesi Asia bahkan sempat rebound hingga 3 persen terutama berkat pelemahan tajam yen seiring sentimen investor kembali tersokong oleh laporan bahwa Bank Sentral Jepang (BOJ ) akan mulai membeli obligasi berjangka panjang secepatnya guna membasmi deflasi yang sudah berlangsung selama 15 tahun. Indeks sukses menembus level 13.000 dan menguat sekitar 2.55%, setelah akhirnya tercatat +321.70 poin pada kisaran 13155.34. Sedangkan indeks Nikkei futures juga rally hingga +365 poin pada area level 13165.

Kontras dengan bursa Jepang, indeks Kospi Korea Selatan justru terkoreksi terutama terkait pelemahan tajam Yen Jepang yang mencapai level 98.84 sehingga langsung memukul eksportir di bursa Seoul serta kecemasan pasar terhadap eskalasi ketegangan dengan Korea Utara. Pelemahan yen tersebut dikhawatirkan berdampak potensi tergerusnya keuntungan yang akan di dapat oleh sejumlah raksasa otomotif Korea. Indeks utama terpantau melemah -0.67% atau -1.05 poin pada kisaran area 1926.18, sedangkan indeks Kospi futures juga mengat +0.90 poin pada level kisaran 254.65.

Sementara rally indeks Hang Seng juga kembali terbendung oleh kekhawatiran terhadap dampak dari meluasnya penularan virus flu burung yang baru. Dan ketakutan tersebut sontak memukul sejumlah saham maskapai penerbangan China sehingga ikut membatasi ruang gerak indeks Hang Seng. Setelah sempat di buka negatif, indeks kini tercatat menguat 0.11% atau +23.76 poin di area kisaran 21750.66, sedangkan indeks Hang Seng futures juga tertekan namun masih di kisaran positif +64 poin di level 21720.(dar)


(dar)

Lihat Disclaimer
   
KIRIM KOMENTAR ANDA
Upload
CAPTCHA
0 KOMENTAR
Update terus mengenai promo, tools dan berita terbaru dari Monex
Monexnews.com menyajikan berita ekonomi terkini. Fokus pemberitaan monexnews adalah berita forex, saham, valuta asing, pergerakan nilai tukar dollar dan kurs mata uang utama lainnya, komoditi, harga emas logam mulia dan harga minyak dunia. Dilengkapi analisa harian dan indikator pasar keuangan dunia hari ini, rubrik belajar trading serta investasi online.

Search