Mayoritas Bursa Asia Ditutup Menguat Respons Data Lemah AS

Mayoritas Bursa Asia Ditutup Menguat Respons Data Lemah AS

Selasa, 16 Oktober 2018 16:32:02 WIB

Indeks Saham Asia naik pada hari Selasa, memperoleh pijakan yang kuat setelah seminggu menderita kerugian besar, meskipun inflasi produsen melambat di China dan meningkatnya ketegangan antara Arab Saudi dan Barat membatasi penguatan ekuitas.

Nikkei 225 menguat 1.25 % atau 277.94 poin berakhir di 22549.24, sementara indeks Topix yang cakupannya lebih luas ditutup 0.74 % lebih tinggi atau 12.47 poin di 1687.91. Indeks MSCI yang melacak saham-saham di bursa utama Asia, kecual bursa Jepang (MIAPJ0000PUS) naik 2,35% atau 11 poin di 484.88.

Hang Seng Hong Kong naik tipis cenderung mendatar sebesar 0.07 %, atau 17.20 poin, ke 25462.26 seiring investor masih hati-hati terhadap prospek perdagangan global terkait perang dagang.

Sentimen aset berisiko kembali ke pasar setelah data penjualan retail AS yang lebih lemah memupuskan ketakutan Federal Reserve akan menerapkan kebijakan moneter lebih ketat dalam 12 bulan ke depan. Imbal hasil obligasi AS tenor 10 tahun pun bergerak stabil dan terkonsolidasi pada 3,16 persen pada hari Selasa, setelah mencapai level tertinggi tujuh tahun di 3,26 persen pada 9 Oktober.

Namun indeks Shanghai dan Shenzen di China masih melemah karena melambatnya data inflasi pabrik yang melambat, mencerminkan dampak dari perang perdagangan yang mulai terasa ke perekonomian China.

Sentimen negatif bagi pasar ekuitas datang dari geopolitik dimana hilangnya jurnalis Arab Saudi di Konsulat Arab Saudi di Turki awal bulan ini telah memicu kecaman internasional terhadap kerajaan kaya minyak ini.

Presiden AS Donald Trump telah mengirim Menteri Luar Negeri Mike Pompeo ke Arab Saudi karena kasus ini mengancam akan membebani hubungan antara sekutu strategis.


(Irdy)

Lihat Disclaimer
   
KIRIM KOMENTAR ANDA
Upload
0 KOMENTAR
Update terus mengenai promo, tools dan berita terbaru dari Monex
Monexnews.com menyajikan berita ekonomi terkini. Fokus pemberitaan monexnews adalah berita forex, saham, valuta asing, pergerakan nilai tukar dollar dan kurs mata uang utama lainnya, komoditi, harga emas logam mulia dan harga minyak dunia. Dilengkapi analisa harian dan indikator pasar keuangan dunia hari ini, rubrik belajar trading serta investasi online.

Search