Melemah, Nikkei Terkendala Kinerja Dollar

Melemah, Nikkei Terkendala Kinerja Dollar

Rabu, 25 September 2013 10:22:07 WIB

Monexnews - Indeks saham Nikkei-Jepang terpantau melemah 0.4% ke posisi 14,674.65 (spot) pada pertengahan hari Rabu (25/09). Sementara kontrak Nikkei terpantau pada level 14.630, terkoreksi di tengah aksi profit taking. Volume aksi ambil untung melampaui jumlah pembelian investor terhadap saham-saham berorientasi dividen jelang penetapan nama penerima dividen. Indeks Nikkei sempat meroket 10% antara tanggal 2 September dan 24 September sebelum akhirnya melemah hari ini. "Sentimen penguatan dari wilayah domestik sangat minim untuk jangka pendek, sementara faktor Olimpiade, kenaikan pajak dan pemangkasan pajak perusahaan sudah dicerna oleh pasar," ungkap Naoki Fujiwara, Fund Manager Shinkin Asset Management. Menurutnya, Nikkei masih berpeluang menguat untuk jangka pendek apabila bursa Amerika Serikat bisa mencatat kenaikan. Sebanyak 30 dari 33 subindeks berada dalam teritori negatif, sebagian besar dipimpin oleh penurunan saham-saham kelas berat dan emiten yang memiliki pangsa pasar di China. Saham Fast Retailing (9983.TO) melemah 0.4% ke posisi Y37,050, sementara Komatsu (6301.TO) kehilangan 2.1% menuju Y2,478. Pelemahan nilai tukar Dollar membuat saham-saham perusahaan ekspor tertekan, seperti Olympus (7733.TO) yang merosot 0.6% ke Y3,085. Adapun saham-saham yang menguat berkat pembelian karena faktor dividen antara lain Shionogi & Co. (4507.TO), yang menguat 1.8% ke Y2,060. Volume perdagangan cukup kondusif dengan nilai transaksi melibatkan 1.7 miliar saham . (dim)


(dim)

Lihat Disclaimer
   
KIRIM KOMENTAR ANDA
Upload
CAPTCHA
0 KOMENTAR
Update terus mengenai promo, tools dan berita terbaru dari Monex
Monexnews.com menyajikan berita ekonomi terkini. Fokus pemberitaan monexnews adalah berita forex, saham, valuta asing, pergerakan nilai tukar dollar dan kurs mata uang utama lainnya, komoditi, harga emas logam mulia dan harga minyak dunia. Dilengkapi analisa harian dan indikator pasar keuangan dunia hari ini, rubrik belajar trading serta investasi online.

Search