Meski Negatif, Kospi Optimis Dengan GDP

Meski Negatif, Kospi Optimis Dengan GDP

Senin, 29 April 2013 13:02:08 WIB

Monexnews - Beberapa saat menjelang penutupan perdagangan di hari Senin (29/4), indeks Kospi Korea Selatan nampak masih tercatat di kisaran negatif lantaran para investor masih pesimis karena terpengaruh oleh Wall Street yang berakhir melemah di akhir pekan lalu setelah angka pertumbuhan ekonomi AS di rilis mengecewakan.

Selain itu pasar juga nampak khawatir setelah di hari Minggu kemarin pemerintah mengingatkan bahwa pelemahan yen-Jepang belakangan ini akan menghambat laju kenaikkan eksport Korea Selatan untuk bulan April. Indeks utama tercatat melemah -2.89 poin di area 1941.67, sedangkan indeks Kospi futures juga tercatat -0.90 poin dan berkisar pada 253.50.

Namun demikian, meskipun indeks Kospi hari ini berada di angka negatif, namun sebagian kalangan investor nampak masih optimis dengan bursa Seoul ini setelah pekan lalu pemerintah merilis data yang menunjukkan bahwa tingkat pertumbuhan ekonomi Korea Selatan ternyata naik pesat sepanjang kuartal pertama lalu.

Perekonomian negeri gingseng tercatat tumbuh 0.9% di kuartal Januari-Maret dan merupakan laju tercepat dalam dua tahun terakhir. Dan angka tersebut mencatat kenaikkan tajam dari kuartal-4 di level 0.3%, menurut data yang di rilis Bank of Korea hari Kamis kemarin (25/4). Sedangkan untuk periode tahun sebelunnya (y/y), angka GDP tercatat tidak ada perubahan di level 1.5%. angka GDP kuartal tersebut mematahkan ekspektasi sebesar +0.7%, dan 1.4% untuk year-on-year (y/y). Pertumbuhan di angka kuartalan tersebut merupakan yang tercepat sejak GDP Korsel mengalami lonjakan 1.3% pada kuartal pertama 2011. Dan para pelaku pasar di bursa Korea ini masih bisa bermegah hati lantaran pada pertengahan bulan ini pemerintah memutuskan akan menggelontorkan dana senilai 5.3 triliun won ($4,7 miliar). Kucuran dana tersebut merupakan paket rencana pengeluaran stimulus yang bertujuan untuk menciptakan lapangan kerja, mendukung usaha kecil dan meningkatkan harga properti yang sebelumnya terpukul oleh melambatnya pertumbuhan ekonomi serta tekanan persaingan yang sengit akibat pelemahan yen.(dar)


(dar)

Lihat Disclaimer
   
KIRIM KOMENTAR ANDA
Upload
CAPTCHA
0 KOMENTAR
Update terus mengenai promo, tools dan berita terbaru dari Monex
Monexnews.com menyajikan berita ekonomi terkini. Fokus pemberitaan monexnews adalah berita forex, saham, valuta asing, pergerakan nilai tukar dollar dan kurs mata uang utama lainnya, komoditi, harga emas logam mulia dan harga minyak dunia. Dilengkapi analisa harian dan indikator pasar keuangan dunia hari ini, rubrik belajar trading serta investasi online.

Search