Nantikan Data Manufaktur China , Mayoritas Bursa Asia Melemah

Nantikan Data Manufaktur China , Mayoritas Bursa Asia Melemah

Jum'at, 30 Mei 2014 17:16:24 WIB

Monexnews - Mayoritas bursa utama Asia melemah di akhir pekan ini, investor terlihat berhati-hati jelang dirilisnya data aktivitas manufaktur China pada hari Minggu. Wall Street yang menguat, dan S&P 500 kembali mencetak rekor tertinggi pada perdagangan kemarin gagal memberikan sentimen positif bagi pergerakan bursa Asia.

Berdasarkan survei yang dilakukan Reuters, aktivitas manufaktur China bulan Mei diperkirakan naik menjadi 50,6, dari bulan sebelumnya sebesar 50,4. Pada pekan lalu HSBC telah merilis data aktivitas manufaktur China bulan Mei naik menjadi 49,7 dari bulan April sebesar 48,1.

Indeks Shanghai Composite China ditutup melemah tipis 0,07% menjadi 2039,21, dan perdagangan berjalan sepi. Sementara Hang Seng Hong Kong berhasil membukukan penguatan 0,31% menjadi 23081,65, dipimpin penguatan operator kasino Galaxy Entertainment Group Ltd.

Indeks

Nikkei Jepang mengakhiri penguatan dalam enam hari beruntun setelah ditutup melemah 0,34% menjadi 14632,38, tertekan oleh penguatan yen, pasca data menunjukkan inflasi Jepang pada bulan April naik sebesar 3,2% dari tahun sebelumnya, menjadi yang tertinggi dalam lebih dari dua dekade terakhir, meredam prospek penambahan stimulus moneter oleh Bank of Japan.

Kopsi Korea Selatan melemah 0,86% menjadi 1994,96, setelah data menunjukkan output industri Korsel pada bulan April naik 2,4% dari tahun sebelumnya, dibawah estimasi ekonm sebesar 3,1%. (pap)


(pap/Monex)

Lihat Disclaimer
   
KIRIM KOMENTAR ANDA
Upload
CAPTCHA
0 KOMENTAR
Update terus mengenai promo, tools dan berita terbaru dari Monex
Monexnews.com menyajikan berita ekonomi terkini. Fokus pemberitaan monexnews adalah berita forex, saham, valuta asing, pergerakan nilai tukar dollar dan kurs mata uang utama lainnya, komoditi, harga emas logam mulia dan harga minyak dunia. Dilengkapi analisa harian dan indikator pasar keuangan dunia hari ini, rubrik belajar trading serta investasi online.

Search