Pasar Saham Asia Menghijau di Tengah Ancaman Perlambatan Ekonomi Global

Pasar Saham Asia Menghijau di Tengah Ancaman Perlambatan Ekonomi Global

Senin, 17 Desember 2018 15:15:10 WIB

Mayoritas pasar saham Asia ditutup naik pada Senin di tengah harapan bahwa Federal Reserve akan mengevaluasi kembali sikap hawkishnya pada pertemuan akhir pekan ini, menyusul tanda-tanda pertumbuhan global yang melambat.

Indeks Nikkei 225 Jepang bertambah 0,62% dan Kospi Korea Selatan naik tipis 0,08%. Hang Seng bertambah 0,10% sementara S & P ASX 200 Australia menguat 1,00%.

Indeks Shanghai Composite naik 0,16% sementara indeks yang lebih kecil Shenzhen Composite turun 0,31% menjelang Konferensi Kerja Ekonomi Sentral China minggu ini, di mana para pembuat kebijakan diharapkan untuk mempertahankan kebijakan fiskal yang proaktif dan komitmen untuk reformasi.

Di antara individu penggerak, saham SoftBank Group naik menjelang IPO dari unit ponselnya akhir pekan ini, sementara Samsung Electronics naik lebih 0,5%.

Pada hari Jumat, data ekonomi yang lemah dari China dan Eropa memicu kekhawatiran tentang ekonomi global, menyeret saham ke posisi terendah delapan bulan. Sentimen juga diwarnai oleh kekacauan seputar Brexit. Voting yang ditunda PM May dari rencana semula 11 Desember lalu akan dilaksanakan pada 21 Januari tahun depan.

Semua indeks utama AS telah jatuh lebih dari 10 persen dari rekor tertinggi mereka, mencapai tanda yang dikenal di Wall Street sebagai "koreksi." Pasar sedang menunggu "reli Santa Claus" yang sukar dipahami, yang biasanya menjadikan Desember sebagai bulan terbaik tahun ini untuk saham.

Komite Pasar Terbuka Federal (FOMC) diperkirakan akan menaikkan suku bunga jangka pendek hingga 2,5% setelah pertemuan pada hari Rabu lusa. Ini akan menjadi kenaikan kesembilan sejak akhir 2015.

Pasar akan mengawasi perubahan pernyataan kebijakan dan konferensi pers oleh Ketua Jerome Powell. Bank sentral memperkirakan tiga kenaikan suku bunga pada 2019, tetapi pertumbuhan global yang lebih lemah dapat menyebabkan pergeseran dalam sikap hawkishnya. Pekan lalu, China mengumumkan bahwa output industri dan penjualan ritel telah melambat pada bulan November.


(Irdy)

Lihat Disclaimer
   
KIRIM KOMENTAR ANDA
Upload
0 KOMENTAR
Update terus mengenai promo, tools dan berita terbaru dari Monex
Monexnews.com menyajikan berita ekonomi terkini. Fokus pemberitaan monexnews adalah berita forex, saham, valuta asing, pergerakan nilai tukar dollar dan kurs mata uang utama lainnya, komoditi, harga emas logam mulia dan harga minyak dunia. Dilengkapi analisa harian dan indikator pasar keuangan dunia hari ini, rubrik belajar trading serta investasi online.

Search