Pernyataan Pejabat The Fed dan Pergerakan Bursa AS

Pernyataan Pejabat The Fed dan Pergerakan Bursa AS

Sabtu, 29 Juni 2013 05:02:14 WIB

Monexnews - Setelah Ketua Federal Reserve, Ben Bernanke, memberikan pernyataan mengenai kelanjutan program stimulus moneter dalam konfrensi pers pada tanggal 20 lalu, beberapa pejabat the Fed kemudian memberikan pernyataan lanjutan mengenai hal tersebut. Bernanke menyatakan Federal Reserve kemungkinan akan mengurangi stimulus moneter tahun ini dan berakhir pada pertengahan tahun depan jika pemulihan ekonomi AS berlanjut sesuai dengan prediksi Federal Reserve. Pernyataan tersebut sontak menguatkan dollar dan menyebabkan bursa saham AS serta komoditas anjlok.

Beberapa pejabat Federal Reserve selanjutnya memberikan pernyataan. Presiden the Fed New York, William Dudley, memberikan pernyataan Federal Reserve kemungkinan akan lebih agresif dalam pembelian obligasi jika pertumbuhan ekonomi dan tenaga kerja lebih rendah dari perkiraan. Presiden the Fed Atalanta, Dennis Lockhart, menyatakan pasar salah menanggapi pernyataan Bernanke tentang pemangkasan pembelian obligasi, dan menegaskan kebijakan Federal Reserve bersifat fleksibel berdasarkan kondisi ekonomi. Selain itu Gubernur the Fed, Jerome Powel, setuju bahwa pasar terlalu berlebihan dalam menanggapi pernyataan pemangkasan oleh Federal Reserve. Pernyataan-pernyataan tersebut membuat Wall Street rally pada perdagangan New York 27 Juni lalu, dan dengan data ekonomi AS yang dirilis mix saat itu,

Dow Jones berhasil menembus level 15.000, sementara S&P 500 membukukan rally terbaik dalam tiga hari yang terakhir terjadi pada Januari lalu.

Sementara pada hari Jumat, Gubernur the Fed lainnya, Jeremy Stein, memberikan sinyal pemangkasan program pembelian obligasi kemungkinan akan dilakukan pada bulan September. Stein juga mengatakan pasar seharusnya tidak terlalu fokus pada data tenaga kerja terbaru, keputusan Federal Reserve untuk memangkas program pembelian obligasi adalah berdasarkan akumulasi tren sejak program tersebut dimulai, bukan dari data terakhir. Pernyataan tersebut membuat Dow Jones dan S&P 500 kembali melemah, Dow Jones melemah 114.89 poin atau 0.76% menjadi 14.909.60, dan S&P 500 turun 6.92 poin atau 0.43% menjadi 1.606.28. Sementara itu Nasdaq menguat tipis 1.38 poin atau 0.04% menjadi 3.403.25. Hal tersebut menunjukkan selain data ekonomi dan kebijakan yang diambil, sebuah pernyataan yang berhubungan dengan suatu kebijakan juga mampu menjadi penggerak pasar yang signifikan. Secara keseluruhan pada kuartal kedua ini bursa saham AS mengalami kenaikan, dengan Dow Jones menguat 2.3%, S&P 500 naik 2.4% dan Nasdaq menambah 4.2%. Namun bursa AS mengalami penurunan untuk bulan Juni, dan menjadi penurunan bulanan pertama pada tahun ini. Sementara sepanjang tahun ini Dow Jones telah menguat 14%, sementara S&P 500 dan Nasdaq masing-masing menguat lebih dari 13%. (pap)


(pap/Monex)

Lihat Disclaimer
   
KIRIM KOMENTAR ANDA
Upload
CAPTCHA
0 KOMENTAR
Update terus mengenai promo, tools dan berita terbaru dari Monex
Monexnews.com menyajikan berita ekonomi terkini. Fokus pemberitaan monexnews adalah berita forex, saham, valuta asing, pergerakan nilai tukar dollar dan kurs mata uang utama lainnya, komoditi, harga emas logam mulia dan harga minyak dunia. Dilengkapi analisa harian dan indikator pasar keuangan dunia hari ini, rubrik belajar trading serta investasi online.

Search