Saham AS Berjangka Berada Dalam Tekanan

Saham AS Berjangka Berada Dalam Tekanan

Senin, 05 Mei 2014 19:15:56 WIB

Monexnews -

Berbagai indeks saham AS berjangka melemah meski telah mendapatkan laporan tenaga kerja nonfarm payrolls kunci yang sangat solid Jumat pekan lalu.

Hal ini menunjukkan bagaimana keengganan para investor untuk mengambil resiko setelah indeks Dow Jones menguat 26% sepanjang tahun lalu, terdapat kekhawatiran bahwa penguatan indeks saham sudah terlalu jauh dan terlampau cepat, karena outlook

ekonomi maupun laba korporat tidak cukup solid untuk mendongkrak bursa lebih tinggi lagi.

Katalis positif yang dibutuhkan saat ini tampaknya tidak lagi sekedar data nonfarm payrolls yang solid, namun juga pertumbuhan upah dan akseelrasi aktivitas ekonomi lainnya, atau sinyal lain bahwa berbagai korporasi dapat melanjutkan ekspansi marjin laba.

Di lain sisi, pelambatan ekonomi China sulit untuk diharapkan berbalik arah, setelah data manufaktur PMI kembali meleset dibawah perkiraan, di saat bersamaan terjadi lonjakan harga obligasi menunjukkan bahwa permintaan di pasar obligasi masih cukup tinggi. Padahal biasanya ditengah optimisme ekonomi, para investor akan membeli aset berisiko seperti saham ketimbang pasar obligasi.

Katalis negatif lainnya adalah resiko perang sipil Ukraina dan intervensi Russia yang semakin meningkat ke kawasan Ukraina sehingga potensial memicu sanksi ekonomi lebih lanjut dari AS maupun negara barat. Meski imbasnya relative minimal khususnya pada kawasan Eropa, namun potensial gangguan pasokan energi dari Russia dapat menyeret kinerja ekonomi kawasan Eropa.

Terpantau sejauh ini indeks DJIA futures melemah -0.38% di level 16,385, sementara S&P500 futs turunt -0.41% ke level 1,866.50 dan Nasdaq futures melorot tajam -0.45% diperdagangkan di level 3,563.00 sejauh ini.

(Sap)


(Sap)

Lihat Disclaimer
   
KIRIM KOMENTAR ANDA
Upload
CAPTCHA
0 KOMENTAR
Update terus mengenai promo, tools dan berita terbaru dari Monex
Monexnews.com menyajikan berita ekonomi terkini. Fokus pemberitaan monexnews adalah berita forex, saham, valuta asing, pergerakan nilai tukar dollar dan kurs mata uang utama lainnya, komoditi, harga emas logam mulia dan harga minyak dunia. Dilengkapi analisa harian dan indikator pasar keuangan dunia hari ini, rubrik belajar trading serta investasi online.

Search