Suram, Bursa Asia Dihantam Profit Taking

Suram, Bursa Asia Dihantam Profit Taking

Kamis, 07 Februari 2013 10:59:46 WIB

Monexnews -Hari ini (07/02) sebagian besar pasar Asia bergerak turun. Koreksi pasar terjadi menjelang rilis data perekonomian China, sementara bursa Japan membalikkan gain yang sempat dicetak beberapa sesi sebelumnya.

Pasar mengantisipasi data perekonomian terakhir dari China, dengan data perdagangan dan inflasi yang dijadwalkan akan dirilis hari Jumat (08/02) sebelum pasar ditutup untuk hari libur Tahun Baru China. "Setelah sempat bergerak agresif pada beberapa pekan terakhir, pasar kembali terkoreksi menjelang rilis data CPI China," jelas Matthew Sherwood, kepala riset Perpetual Investments, Sydney. Bursa China bergerak turun di awal perdagangan dengan indeks Hang Seng turun 0.2% dan Shanghai Composite turun 0.5%. Produsen perangkat komputer terbesar di dunia, Lenovo Group melambung 3.3% setelah mengumumkan akan terdaftar Hang Seng Index mulai 4 Maret. Sementara Aluminum Corp. of China, yang dikenal dengan Chalco, turun 4.1% setelah diputuskan akan dihapus dari daftar index. Kecemasan atas kondisi politik di Eropa akan mendorong aksi jual besar-besaran dalam ekuiti global awal pekan ini, bersamaan dengan kecemasan atas penguatan euro. Fokus pasar hari ini pada pertemuan kebijakan bank sentral Eropa hari ini.

Mata uang tunggal bergerak turun di pasar Asia, euro di $1.3504 dibandingkan dengan $1.3523 hari Rabu malam di New York. Di Tokyo, Nikkei turun 0.8% akibat aksi profit-taking setelah pasar sempat menguat 3.8% dan ditutup di level tertinggi sejak September 2008. Bursa Jepang juga bereaksi terhadap penguatan yen terhadap dolar AS. Dolar saat ini di Y93.49, dibandingkan dengan Y93.63 hari Rabu malam di New York.

Nikon Corp. tercatat sebagai saham yang mengalami pergerakan terbesar di Tokyo, turun 18.2% setelah melaporkan earnings kuartal tiga yang meleset dari estimasi pasar. Perusahaan memangkas prospek laba operasional untuk tahun fiskal menjadi Y48 miliar dari Y72 miliar. Kospi Korea Selatan bergerak flat. Sementara saham Australia bergerak naik dengan S&P/ASX 200 naik 0.3%, meski dolar Australia melemah ke US$1.0310, pasca rilis data jumlah pengangguran yang sesuai dengan ekspektasi pasar. Masih di Australia, Telstra Corp., perusahaan telekomunikasi terbesar naik 1.3% setelah mengumumkan laba bersih kuartal paruh pertama yang naik 8.8% per tahun, yang sesuai dengan ekspektasi analis. Saham National Australia Bank naik 1.9% setelah melaporkan earnings yang melampaui ekspektasi.

(din)


(din)

Lihat Disclaimer
   
KIRIM KOMENTAR ANDA
Upload
CAPTCHA
0 KOMENTAR
Update terus mengenai promo, tools dan berita terbaru dari Monex
Monexnews.com menyajikan berita ekonomi terkini. Fokus pemberitaan monexnews adalah berita forex, saham, valuta asing, pergerakan nilai tukar dollar dan kurs mata uang utama lainnya, komoditi, harga emas logam mulia dan harga minyak dunia. Dilengkapi analisa harian dan indikator pasar keuangan dunia hari ini, rubrik belajar trading serta investasi online.

Search