Terfokus Pada Yellen, Pasar Eropa Abaikan Perlambatan GDP Q3

Terfokus Pada Yellen, Pasar Eropa Abaikan Perlambatan GDP Q3

Kamis, 14 November 2013 17:57:11 WIB

Monexnews - Sebagian besar saham Eropa diperdagangkan lebih tinggi pada hari Kamis menyusul pernyataan dovish dari Janet Yellen, Wakil Ketua sekaligus calon Ketua Federal Reserve berikutnya. Pernyataan yang melegakan investor tersebut juga berhasil meredam potensi reaksi negatif dari data pertumbuhan ekonomi zona Euro yang mengecewakan.

DAX

Jerman dan CAC40 Perancis sama-sama bertengger di zona hijau, dengan masing-masing mengemas kenaikan 0,85% dan 0,75%. Kinerja serupa juga diperlihatkan FTSE Inggris, yang menguat lebih dari 0,8% meskipun data penjualan ritel bulan Oktober mencatat penurunan yang lebih tajam dari perkiraan.

Dalam sebuah pernyataan yang dirilis setelah penutupan sesi perdagangan

Wall Street hari Rabu, Janet Yellen mengatakan bahwa Federal Reserve masih perlu melakukan lebih banyak tindakan guna menopang pemulihan ekonomi sebelum dapat kembali ke kebijakan moenter yang lebih normal. Meskipun perekonomian AS telah memperlihatkan sejumlah kemajuan, Yellen masih tetap menyuarakan keprihatinannya atas tingkat pengangguran 7,3% yang dinilai masih terlalu tinggi dan laju inflasi yang masih berada di bawah target 2%.

Yellen juga dijadwalkan untuk memberikan testimoni di depan Komite Perbankan

Senat AS pada pukul 22.00 WIB nanti malam.

Sementara data ekonomi zona Euro yang dirilis

Eurostat hari Kamis menunjukkan ekonomi hanya mencatat pertumbuhan 0,1% di sepanjang periode Juni-September, setelah berekspansi 0,3% dalam periode 3 bulan sebelumnya. Angka tersebut lebih lemah dari ekspektasi pertumbuhan 0,2%. Perlambatan ini tidak lepas dari melemahnya performa 2 ekonomi terbesar di Eropa. GDP Perancis mengecewakan investor dengan menyusut 0,1% pada kuartal ke-3, seiring meningkatnya kekhawatiran tentang reformasi ekonomi. Sementara ekonomi terkuat Eropa, Jerman, mampu berekspansi 0,3% pada kuartal ke-3. Kendati mengindikasikan laju ekonomi yang mulai kembali normal, angka tersebut masih lebih lambat dibandingkan dengan pertumbuhan 0,7% yang dibukukan pada kuartal ke-2. (vid)


(vid)

Lihat Disclaimer
   
KIRIM KOMENTAR ANDA
Upload
CAPTCHA
0 KOMENTAR
Update terus mengenai promo, tools dan berita terbaru dari Monex
Monexnews.com menyajikan berita ekonomi terkini. Fokus pemberitaan monexnews adalah berita forex, saham, valuta asing, pergerakan nilai tukar dollar dan kurs mata uang utama lainnya, komoditi, harga emas logam mulia dan harga minyak dunia. Dilengkapi analisa harian dan indikator pasar keuangan dunia hari ini, rubrik belajar trading serta investasi online.

Search