Wall St Kembali Dibayangi Kekhawatiran ‘Tapering’ Fed

Wall St Kembali Dibayangi Kekhawatiran ‘Tapering’ Fed

Jum'at, 13 September 2013 00:36:33 WIB

Monexnews - Mayoritas saham di Wall Street diperdagangkan cenderung melemah pada hari Kamis, dengan sebagian investor mengambil jeda pasca S&P500 mencatat rally 7 sesi beruntun, menjelang pertemuan kebijakan Federal Reserve pekan depan. Data ekonomi AS yang mixed dan meredanya kecemasan tentang rencana intervensi militer AS terhadap Suriah juga tidak banyak menolong mood pelaku pasar. Dow Jones Industrial Average tergelincir sekitar 10 poin, dengan dipimpin oleh saham JPMorgan dan Hewlett-Packard. Kendati demikian, Dow masih berada sekitar 2% dari rekor penutupan tertinggi dan tetap bertahan di jalur menuju kenaikan mingguan terbesar ke-2 tahun ini. Kinerja lemah juga diperlihatkan S&P 500 dan Nasdaq Composite, yang masing-masing harus kehilangan 0,15% dan 0,05%.

Data ekonomi yang dirilis hari Kamis menunjukkan klaim awal

pengangguran AS turun tajam sebanyak 31.000 menjadi 292.000. Namun seorang pejabat Departemen Tenaga Kerja AS memperingatkan bahwa penurunan tersebut kemungkinan dipengaruhi oleh perubahan sistem komputer di 2 negara bagian, membuat sebagian klaim yang diterima pekan lalu tidak dapat diproses secara tepat waktu. Sedangkan data terpisah yang dirilis bersamaan menunjukkan penurunan 0,5% dalam harga ekspor AS bulan Agustus, yang menggenapi penurunan untuk 6 bulan berturut-turut.

Sementara kecemasan tentang ancaman aksi militer AS di Suriah kian mereda seiring Menteri Luar Negeri AS

John Kerry dan Menteri Luar Negeri Rusia Sergei Lavrov menggelar pertemuan di Jenewa pada hari Kamis. Langkah diplomatik tersebut sedianya akan membahas usulan Moscow tentang pelucutan senjata kimia Suriah dan menyerahkan pengawasan kepada internasional.

Bagaimanapun, fokus para investor terlihat mulai kembali bergeser ke isu

tapering di AS. Federal Open Market Committee (FOMC) dijadwalkan untuk mengumumkan keputusan kebijakan mereka pada hari Rabu pekan depan, yang diperkirakan sebagian besar pelaku pasar akan menandai dimulainya pengurangan program stimulus moneter. (vid)


(vid)

Lihat Disclaimer
   
KIRIM KOMENTAR ANDA
Upload
CAPTCHA
0 KOMENTAR
Update terus mengenai promo, tools dan berita terbaru dari Monex
Monexnews.com menyajikan berita ekonomi terkini. Fokus pemberitaan monexnews adalah berita forex, saham, valuta asing, pergerakan nilai tukar dollar dan kurs mata uang utama lainnya, komoditi, harga emas logam mulia dan harga minyak dunia. Dilengkapi analisa harian dan indikator pasar keuangan dunia hari ini, rubrik belajar trading serta investasi online.

Search