Wall St. Kembali Terperosok Setelah Black Monday

Wall St. Kembali Terperosok Setelah Black Monday

Rabu, 26 Agustus 2015 03:53:10 WIB

Monexnews - Bursa saham AS kembali ditutup lebih rendah pada hari Selasa, setelah indeks Dow gagal untuk berupaya reli dari penurunan titik terburuk dalam sejarah dalam 3 hari terakhir, karena investor kehilangan kepercayaan di tengah kecemasan terhadap China dan pertumbuhan global.

Indeks

Dow Jones Industrial Average dan S&P 500 ditutup turun sekitar 1.3% setelah sebelumnya sempat reli hampir 3%, itu adalah pembalikan terbesar mereka untuk penurunan sejak 29 Oktober 2008. Indeks S&P 500 masih di wilayah koreksi setelah jatuh pada hari Senin. Indeks juga membukukan pelemahan enam hari beruntun untuk pertama kalinya sejak Juli 2012.

Indeks Dow turun sebesar 204.91 poin dan S&P 500 ditutup di bawah level 1,900 setelah jatuh ke wilayah negatif dalam setengah jam terakhir waktu perdagangan. Indeks Nasdaq gagal untuk mempertahankan penguatan tipisnya dan ditutup 0.44% lebih rendah di 4,506.46.

Sebelumnya, indeks Dow menguat sebanyak 441.5 poin. Saham Apple hanya naik sebesar 0.6% pada hari ini setelah sebelumnya sempat melonjak sebesar 6%.

Pada waktu pembukaan jam perdagangan, indeks Nasdaq berkinerja positif, naik lebih dari 3.5% dengan ditopang penguatan saham dari Netflix serta saham perusahaan China seperti JD.com dan Baidu. Saham Alibaba menguat sebesar 4.2%.

Indeks S&P 500 sempat diperdagangkan sekitar 1% lebih tinggi dan berjuang untuk keluar dari wilayah koreksi pada basis intra day. Pada waktu jam pembukaan, tidak ada saham di indeks yang mencapai level tertinggi atau terendah baru dalam 52 pekan, setelah sekitar 200 perusahaan pada hari Senin kemarin menyentuh level terendah baru dalam 52 pekan.

Bagaimanapun,terlihat sulit untuk mendapatkan kembali penguatan dari kejatuhan hebat pada hari Senin yang lebih dari 3.5%. Indeks Dow saat ini masih dalam jalur untuk persentase kerugian bulanan terbesar sejak Februari 2009 sementara itu indeks Nasdaq sejak 2008. Indeks S&P 500 masih dalam jalur untuk persentase kerugian terbesar sejak Mei 2010.

(fsyl)


(fsyl)

Lihat Disclaimer
   
KIRIM KOMENTAR ANDA
Upload
CAPTCHA
0 KOMENTAR
Update terus mengenai promo, tools dan berita terbaru dari Monex
Monexnews.com menyajikan berita ekonomi terkini. Fokus pemberitaan monexnews adalah berita forex, saham, valuta asing, pergerakan nilai tukar dollar dan kurs mata uang utama lainnya, komoditi, harga emas logam mulia dan harga minyak dunia. Dilengkapi analisa harian dan indikator pasar keuangan dunia hari ini, rubrik belajar trading serta investasi online.

Search