Wall St. Menguat Tipis di Tengah Data Yang Mixed

Wall St. Menguat Tipis di Tengah Data Yang Mixed

Selasa, 02 Juni 2015 03:31:07 WIB

Monexnews - Bursa saham AS menguat, setelah ekuitas membukukan kinerja terburuk mereka dalam enam pekan, karena pertumbuhan yang lebih baik dari perkiraan pada sektor manufaktur yang dibayangi oleh data belanja konsumen yang hasilnya stagnan.

Indeks S&P 500 ditutup naik 3.79 poin, atau 0.2% di 2,111.18. Indeks

Dow Jones Industrial Average melonjak 29.96 poin, atau 0.2% menjadi 18,040.37. Indeks Nasdaq Composite akhiri sesi dengan reli 12.90 poin, atau 0.3%, di 5,082.93.

Kepala riset di salah satu broker di New York mengatakan bahwa jika data ekonomi tidak negatif, namun juga tidak terlalu positif, maka pasar akan menyukai. Apa yang kita lihat pada hari Senin membuat kita untuk yakin bahwa the Fed tidak akan terburu-buru untuk bertindak agresif dalam naikan suku bunga, dan itu berikan keuntungan terhadap harga saham. Pergerakan merjer dan akuisisi yang kita lihat juga berikan dampak positif ke pasar.

Data pada hari Senin menunjukkan bahwa sektor manufaktur berekspansi lebih besar dari perkiraan di bulan Mei seiring tumbuhnya pemesanan pada laju tercepat dalam lima bulan. Dalam laporan sebelumnya menunjukkan bahwa belanja konsumen secara tak terduga stagnan di bulan April, meningkatkan resiko dari bagian terbesar dalam perekonomian mungkin perlu waktu untuk dapatkan momentum. Laporan indeks terpisah menunjukkan belanja konstruksi naik lebih besar dari perkiraan.

Bursa saham melemah pada pekan lalu, memangkas penguatan bulanan terbesar mereka sejak Februari, di tengah kecemasan tentang kekuatan rebound dari periode kuartal pertama yang mengecewakan.

Indeks S&P 500 naik sebesar 1.1% di bulan Mei, secara historis adalah bulan kedua terburuk untuk pasar ekuitas AS, hanya melampaui bulan September. Indeks mencapai rekornya pada tanggal 21 Mei, sementara itu indeks Dow Jones Industrial Average dan Nasdaq Composite juga catat level tertinggi baru. Pasar ekuitas di bulan Mei bergerak dalam kisaran perdagangan yang sempit dalam delapan bulan karena volume yang sangat lemah pada tahun ini.

Penguatan indeks pada bulan lalu datang seiring data indikasikan bahwa ekonomi menunjukkan berada pemulihan moderat setelah kejatuhan di kuartal pertama, dengan Federal Reserve sinyalkan akan ada kenaikan suku bunga yang rendah dan bertahap. Para ekonom perkirakan the Fed akan naikan suku bunga di bulan September.

(fsyl)


(fsyl)

Lihat Disclaimer
   
KIRIM KOMENTAR ANDA
Upload
CAPTCHA
0 KOMENTAR
Update terus mengenai promo, tools dan berita terbaru dari Monex
Monexnews.com menyajikan berita ekonomi terkini. Fokus pemberitaan monexnews adalah berita forex, saham, valuta asing, pergerakan nilai tukar dollar dan kurs mata uang utama lainnya, komoditi, harga emas logam mulia dan harga minyak dunia. Dilengkapi analisa harian dan indikator pasar keuangan dunia hari ini, rubrik belajar trading serta investasi online.

Search