Wall Street Ambruk Di Hari Senin Pada Aksi Jual Di Akhir Jam Perdagangan

Wall Street Ambruk Di Hari Senin Pada Aksi Jual Di Akhir Jam Perdagangan

Selasa, 14 Oktober 2014 04:11:55 WIB

Monexnews - Bursa saham AS akhiri hari Senin dengan sesi volatile yang membuat indeks melemah tajam karena meningkatnya aksi jual pada akhir-akhir jam perdagangan.

Perdagangan yang volatile terjadi menyusul penurunan tajam pada pekan lalu yang di picu oleh kecemasan pada pertumbuhan ekonomi global.

Perdagangan hari Senin menandai penurunan hari kelima beruntun dari 1% pergerakan untuk S&P 500 dengan pergerakan tiga digit untuk Dow Jones Industrial Average.

Level teknikal kunci berada dalam fokus investor, terutama seiring tidak adanya data dalam kalender ekonomi dan ditutupnya pasar obligasi untuk hari libur Columbus.

Indeks S&P 500 di tutup turun 31.39 poin, atau 1.6%, menjadi 1,874.74. Indeks patokan telah di tarik turun lebih dari 6% dari level puncak yang di capai pada tanggal 18 September.

Semua indeks utama di perdagangkan di bawah MA 200 mereka. Turun di bawah level MA 200, dan dalam kasus S&P 500 , yang berada di bawah level 1,900, di anggap penting karena banyak analis mellihat penembus di area tersebut sebagai tanda untuk penurunan lebih lanjut.

Indeks Dow Jones Industrial Average turun 223 poin, atau 1.3%, menjadi 16,321.07. Indeks blue chips berbalik negatif pada tahun ini pada hari Jumat dan saat ini turun sebesar 1.5% pada tingkat tahunan sampai saat ini.

Indeks Nasdaq Composite melemah 62.58 poin, atau 1.5%, menjadi 4,213.66.

Karyn Cavanaugh, analis pasar seniod di Voya Investment Management, tidak terkejut dengan kenaikan volatilitas.

"Normal jika pasar menjadi volatile dan penurunan 6% pada S&P 500 tampaknya seperti penurunan yang besar meskipun di tengah-tengah laporan earnings, namun itu tidaklah besar," kata Cavanaugh.

Cavanaugh menunjukkan bahwa perusahaan-perusahaan yang menguntungkan pada dua bulan yang lalu mungkin akan melihat harga saham mereka naik kembali setelah musim earnings di rilis dengan segera. Dia berpendapat bahwa volatilitas hanya membuat saham lebih murah dan menarik.

Pada hari Selasa, musim earnings akan mendapatkan laporan keuangan dari bank-bank besar seperti J.P Morgan Chase & Co. dan Citigroup Inc., di antara laporan earnings lainnya.

(fsyl)


(fsyl)

Lihat Disclaimer
   
KIRIM KOMENTAR ANDA
Upload
CAPTCHA
0 KOMENTAR
Update terus mengenai promo, tools dan berita terbaru dari Monex
Monexnews.com menyajikan berita ekonomi terkini. Fokus pemberitaan monexnews adalah berita forex, saham, valuta asing, pergerakan nilai tukar dollar dan kurs mata uang utama lainnya, komoditi, harga emas logam mulia dan harga minyak dunia. Dilengkapi analisa harian dan indikator pasar keuangan dunia hari ini, rubrik belajar trading serta investasi online.

Search