Wall Street Dibuka Merosot Tajam

Wall Street Dibuka Merosot Tajam

Selasa, 10 Maret 2015 20:59:55 WIB

Monexnews - Bursa saham As merosot tajam di awal perdagangan hari ini, tertekan oleh penguatan dollar dan harga minyak yang kembali melemah. Spekulasi Federal Reserve berpeluang menaikkan suku bunga di bulan Juni terus mendongkrak kinjera dollar.

Investor juga memperhatikan perkembangan masalah Yunani, dimana Menteri Keuangan Jerman, Wolfgang Schaeuble, mengatakan tidak ada bantuan untuk Yunani sampai krediturnya setuju dengan komitmen reformasi Yunani.

Data yang dirilis dari China hari ini juga cukup membebani sentimen pasar. Indeks harga konsumen China dilaporkan naik 1,4% di bulan Februari di atas estimasi ekonom sebesar 1,0%. Namun kenaikan inflasi konsumen tersebut lebih diakibatkan efek dari tahun baru Imlek. Sementara indeks harga produsen kembali mencatat penurunan tajam, memberikan sinyal semakin mendalamnya pelambatan ekonomi. Indeks harga produsen dilaporkan merosot 4,8% di bulan Februari, setelah turun 4,3% di bulan Januari.

Indeks Dow Jones saat ini merosot 1,06% menjadi 17805,16, S&P500 turun 0,82% menjadi 2060,24, dan Nasdaq melemah 1,03% menjadi 4891,47. (pap)


(pap/Monex)

Lihat Disclaimer
   
KIRIM KOMENTAR ANDA
Upload
CAPTCHA
0 KOMENTAR
Update terus mengenai promo, tools dan berita terbaru dari Monex
Monexnews.com menyajikan berita ekonomi terkini. Fokus pemberitaan monexnews adalah berita forex, saham, valuta asing, pergerakan nilai tukar dollar dan kurs mata uang utama lainnya, komoditi, harga emas logam mulia dan harga minyak dunia. Dilengkapi analisa harian dan indikator pasar keuangan dunia hari ini, rubrik belajar trading serta investasi online.

Search