Wall Street Rebound Kembali, Namun Masih Lemah Untuk Tingkat Mingguan

Wall Street Rebound Kembali, Namun Masih Lemah Untuk Tingkat Mingguan

Sabtu, 18 Oktober 2014 03:41:29 WIB

Monexnews - Bursa saham AS reli, memangkas penurunan pada pekan ini, karena laporan earnings yang kalahkan estimasi, tingkat kepercayaan konsumen yang mencapai level tertinggi tujuh tahun dan investor yang berspekulasi bahwa para bank sentral akan menambahkan lebih banyak stimulus ekonomi.

Indeks Standard & Poor 500 naik 1.29% menjadi 1,886.74 di New York. Indeks telah melemah 1% pada pekan ini, mengalami kerugian untuk pekan keempat yang menjadi penurunan terpanjang sejak 2011. Indeks Dow Jones Industrial Average naik 263.17 poin, atau 1.63%, menjadi 16,380.41, ini adalah kenaikan pertama dalam tujuh hari. Indeks Nasdaq naik 0.97% atau 41.05 poin, menjadi 4,258.44.

"Pasar saat ini memiliki mental buy-the-dip," kata John Canally, seorang analis ekonomi di LPL Financial Corp. di Boston. "Tidak ada hubungannya antara penurunan tajam di pasar pada pekan ini terhadap fundamental AS yang cukup baik mungkin telah membuat beberapa orang tertarik untuk membeli kembali." European Central Bank akan mulai membeli aset "dalam beberapa hari kedepan" dalam program baru untuk mendukung ekonomi, kata Benoit Coeure, seorang anggota dewan eksekutif ECB pada hari Jumat. Presiden Federal Reserve St. Louis James Bullard pada hari Kamis mengatakan bahwa para pembuat kebijakan harus mempertimbangkan penundaan dari berakhirnya pembelian obligasi. Tingkat kepercayaan konsumen secara tak terduga naik di bulan Oktober ke level tertinggi dalam tujuh tahun, itu menunjukkan semakin cerahnya suasana hati orang Amerika di tengah penurunan harga bensin dan kenaikan di pasar kerja. Indeks sentimen awal dari Thomson Reuters/University of Michigan untuk bulan ini naik menjadi 86.4, itu adalah pembacaan terkuat sejak Juli 2007. Indeks S&P 500 masih turun sekitar 6% sejak mencapai rekor di pertengahan September pada kecemasan perlambatan global akan melukai ekonomi Amerika yang mana itu membuat the Fed mempertimbangkan kapan untuk naikan suku bunga. Tekanan memuncak untuk stimulus ECB seperti pembelian obligasi pemerintah seiring kawasan 18 negara euro sedang berjuang untuk rebound dari krisis utang kawasan dan langkah-langkah penghematan berikutnya.
(fsyl)


(fsyl)

Lihat Disclaimer
   
KIRIM KOMENTAR ANDA
Upload
CAPTCHA
0 KOMENTAR
Update terus mengenai promo, tools dan berita terbaru dari Monex
Monexnews.com menyajikan berita ekonomi terkini. Fokus pemberitaan monexnews adalah berita forex, saham, valuta asing, pergerakan nilai tukar dollar dan kurs mata uang utama lainnya, komoditi, harga emas logam mulia dan harga minyak dunia. Dilengkapi analisa harian dan indikator pasar keuangan dunia hari ini, rubrik belajar trading serta investasi online.

Search