Kospi Mengkhawatirkan Perekonomian Dunia

Kospi Mengkhawatirkan Perekonomian Dunia

Rabu, 06 Agustus 2014 08:01:38 WIB

Monexnews - Kospi mencatatkan pelemahan tipis setelah meningkatnya resiko geo-politik dan outlook kebijakan moneter Fed membuat investor khawatir dengan perekonomian dunia. Polandia memperingatkan kembali bertambahnya jumlah tentara Rusia di dekat perbatasan dengan Ukraina, menurut laporan Bloomberg. Ini membuat investor khawatir bahwa Rusia tengah bersiap untuk menginvasi Ukraina. Rusia sepertinya tidak terpengaruh dengan pengetatan sanksi dari AS dan Uni Eropa. Presiden Vladimir Putin bahkan memperintahkan pemerintahannya untuk memberikan respon atas sanksi yang dijatuhkan AS dan Eropa.

Investor juga cemas dengan outlook kebijakan moneter Federal Reserve setelah data sektor jasa AS memberikan bukti tambahan akan tangguhnya perekonomian Paman Sam. Indeks non-manufaktur AS naik dari level 56.0 menjadu 58.7 untuk bulan Juli. Dengan perekonomian AS yang tetap tangguh maka ini dapat mendorong Fed untuk mengakhiri program pemberian stimulus menjelang penutupan tahun 2014 dan mulai menaikan suku bunga pada pertengahan tahun 2015. Kospi futures turun 0,11% dan kini diperdagangkan di level 268.10.

Meski demikian, kembali melemahnya won coba memberikan sentimen positif bagi eksportir

Korea Selatan. Won menyentuh 1034.90 terhadap Dollar AS di awal sesi Asia; kembali mencoba jauhi level terkuat 5 tahun 1007.90 yang diraih bulan lalu. Jika pelemahan won dapat berlanjut maka ini dapat bantu memperbaiki daya saing eksportir Korea Selatan di pasar internasional. (fr)


(fr)

Lihat Disclaimer
   
KIRIM KOMENTAR ANDA
Upload
CAPTCHA
0 KOMENTAR
Update terus mengenai promo, tools dan berita terbaru dari Monex
Monexnews.com menyajikan berita ekonomi terkini. Fokus pemberitaan monexnews adalah berita forex, saham, valuta asing, pergerakan nilai tukar dollar dan kurs mata uang utama lainnya, komoditi, harga emas logam mulia dan harga minyak dunia. Dilengkapi analisa harian dan indikator pasar keuangan dunia hari ini, rubrik belajar trading serta investasi online.

Search