Akibat Brexit, Aset keuangan Senilai Rp14.500 Trilun Keluar dari Inggris

Akibat Brexit, Aset keuangan Senilai Rp14.500 Trilun Keluar dari Inggris

Senin, 14 Januari 2019 11:45:01 WIB

Inggris akan keluar dari Uni Eropa secara resmi pada Maret 2019 nanti. Akibat dari Brexit adalah keluarnya dana dan aset keuangan dalam jumlah besar karena status London sebagai pusat keuangan dunia bergeser ke negara-negara lain di Eropa.

Beberapa bank dan perusahaan keuangan global yang berpusat di Inggris telah memindahkan beberapa asetnya ke negara-negara lain di Uni Eropa. Konsultan ekonomi Ernst and Young (EY) menghitung total aset yang dipindahkan diperkirakan sebesar US$ 1 triliun atau sekitar Rp 14.500 triliun.

Mengantisipasi perpisahan Inggris dengan UE, mereka telah mendirikan kantor baru di tempat lain di Uni Eropa sejak tahun lalu untuk melindungi operasi regional mereka setelah Brexit. Perusahaan yang lain menggerakkan asetnya guna melindungi klien dari volatilitas pasar dan perubahan mendadak dalam regulasi.

Mengutip CNN, Minggu (13/1/2019) EY mengatakan perkiraan penyusutan tersebut mewakili sekitar 10% dari total aset sektor perbankan Inggris. Angka ini sebenarnya masih terbilang kecil karena baru perhitungan kasar. Beberapa bank belum mengungkapkan rencana pemindahan aset mereka. EY sendiri telah melacak 222 perusahaan jasa keuangan terbesar Inggris sejak referendum Brexit pada Juni 2016.


(Irdy)

Lihat Disclaimer
   
KIRIM KOMENTAR ANDA
Upload
0 KOMENTAR
Update terus mengenai promo, tools dan berita terbaru dari Monex
Monexnews.com menyajikan berita ekonomi terkini. Fokus pemberitaan monexnews adalah berita forex, saham, valuta asing, pergerakan nilai tukar dollar dan kurs mata uang utama lainnya, komoditi, harga emas logam mulia dan harga minyak dunia. Dilengkapi analisa harian dan indikator pasar keuangan dunia hari ini, rubrik belajar trading serta investasi online.

Search