Amerika Sudah Habiskan Rp12 triliun untuk Perangi ISIS

Amerika Sudah Habiskan Rp12 triliun untuk Perangi ISIS

Rabu, 01 Oktober 2014 15:39:16 WIB

Monexnews - Serangan pertama Amerika Serikat ke organisasi garis keras, ISIS, dilaporkan telah menghabiskan dana nyaris $1 miliar atau sekitar Rp12 triliun. Perkiraan angka belanja satu bulan terakhir itu dikeluarkan kemarin oleh sebuah lembaga riset militer dan sebagian besar hanya dipakai untuk membiayai serangan udara. Tidak hanya sampai di situ, belanja untuk memerangi ISIS bisa menembus angka $1.8 miliar per bulan karena pemerintah Amerika memperbesar skala serangannya ke Timur Tengah. Menurut Center for Strategic and Budgetary Assessment (CSBA), jumlah pasukan yang diterjunkan untuk melawan organisasi itu sudah mencapai 25.000 tentara darat. Seperti diketahui, Amerika Serikat mulai menyerang basis pertahanan ISIS di Irak sejak bulan lalu, dan memperluas jangkauan operasinya ke Syria pekan kemarin. Sampai dengan saat ini, fokus penyerangan masih tertuju pada armada udara dan belum ada laporan kontak senjata di darat. Selain pasukan yang bekerja di lapangan, sebanyak 1600 orang juga bekerja di balik layar, membantu koordinasi dan menjalankan tugas administratif di Irak. Namun, sebagian besar dari mereka dilaporkan memang bertugas sebagai utusan Amerika di negara itu dan bukan dikirimkan secara khusus untuk memerangi ISIS. Presiden Barack Obama sendiri sudah mengutarakan ketidakinginannya untuk menekan ISIS melalui serangan darat dengan alasan mengutamakan keselamatan para tentara. Sementara pihak ISIS mengklaim serangan udara Amerika sama sekali tidak efektif. (dim)


(dim)

Lihat Disclaimer
   
KIRIM KOMENTAR ANDA
Upload
CAPTCHA
0 KOMENTAR
Update terus mengenai promo, tools dan berita terbaru dari Monex
Monexnews.com menyajikan berita ekonomi terkini. Fokus pemberitaan monexnews adalah berita forex, saham, valuta asing, pergerakan nilai tukar dollar dan kurs mata uang utama lainnya, komoditi, harga emas logam mulia dan harga minyak dunia. Dilengkapi analisa harian dan indikator pasar keuangan dunia hari ini, rubrik belajar trading serta investasi online.

Search