Angka Inflasi April Dorong China untuk Longgarkan Sabuk Moneter

Angka Inflasi April Dorong China untuk Longgarkan Sabuk Moneter

Jum'at, 09 Mei 2014 12:21:53 WIB

Monexnews - Inflasi konsumen China melambat pada bulan April dalam laju yang lebih cepat dibandingkan perkiraan. Lambatnya kenaikan harga diyakini akan memaksa pemerintah untuk mengeluarkan kebijakan yang lebih suportif. Consumer price index (CPI) China edisi April naik 1.8% dibandingkan periode yang sama tahun 2013. Hasil itu lebih rendah dibandingkan ekspektasi pelaku pasar (2%) dan juga di bawah rasio kenaikan tahunan pada bulan Maret, 2.4%. Penurunan harga bahan pangan menyeret penurunan harga komponen inflasi inti. Harga sayur mayur anjlok 7.9% dibandingkan 12 bulan lalu dan harga daging babi turun 7.2%. Fakta ini kian menghambat upaya pencapaian inflasi ideal karena pada bulan Maret lalu, harga sayur mayur dan daging babi sudah melemah 12.9% dan 6.7%. Menurut lembaga keuangan Bank of America Merrill-Lynch, jumlah konsumsi dan investasi memang melemah di China. Konsumsi menurun di tengah maraknya kampanye anti-korupsi yang dilancarkan oleh beragam golongan masyarakat dan pemerintah. Artinya masyarakat kelas atas yang selama ini menjadi konsumen terbesar bagi pelaku ekonomi mulai terpengaruh oleh gerakan anti-korupsi. Sayangnya di saat yang sama, pertumbuhan upah minimal juga sangat rendah sehingga warga China tidak terlalu jor-joran dalam membelanjakan uangnya. Sementara tim analis Nomura mengutarakan kekhawatirannya terhadap gejala perlambatan di sektor properti. Ekonom Nomura mengklaim kelesuan di sektor ini berdampak pada perlambatan laju ekonomi. "Kami yakin bahwa pelemahan sektor properti telah dimulai dan akan mengancam pertumbuhan tahun 2014," ulas Nomura dalam laporannya. Untuk mengatasi inflasi rendah, kedua bank tersebut menilai akan ada beberapa perubahan yang dilakukan oleh People's Bank of China (PBOC). Otoritas bisa saja merilis kebijakan baru yang bertujuan untuk menambah likuiditas uang di sistem finansial. Caranya bisa dengan menjaga bunga antar bank supaya tetap rendah dan merancang pelemahan kurs Yuan. Sebagai tambahan, pemerintah juga mempunyai ruang untuk meluncurkan stimulus mini serta mempercepat belanja fiskal guna mengerek permintaan. Pelonggaran moneter adalah suatu keniscayaan bagi bank sentral bila ingin tingkat harga konsumennya naik ke level ideal. Merrill-Lynch memprediksi inflasi harga konsumen akan naik ke sekitar 2.3% di bulan Mei, dengan mempertimbangkan stabilitas harga bahan pangan. Sementara Nomura memperkirakan inflasi CPI akan naik bertahap dalam beberapa bulan ke depan seiring dengan laju pertumbuhan ekonomi. Nomura melihat inflasi akan menyentuh 2.6% di kuartal II dan 2.8% di akhir tahun mendatang atau sama dengan catatan inflasi 2013. (dim)


(dim)

Lihat Disclaimer
   
KIRIM KOMENTAR ANDA
Upload
CAPTCHA
0 KOMENTAR
Update terus mengenai promo, tools dan berita terbaru dari Monex
Monexnews.com menyajikan berita ekonomi terkini. Fokus pemberitaan monexnews adalah berita forex, saham, valuta asing, pergerakan nilai tukar dollar dan kurs mata uang utama lainnya, komoditi, harga emas logam mulia dan harga minyak dunia. Dilengkapi analisa harian dan indikator pasar keuangan dunia hari ini, rubrik belajar trading serta investasi online.

Search