Antisipasi Kebijakan Bank Sentral AS dalam RAPBN 2015

Antisipasi Kebijakan Bank Sentral AS dalam RAPBN 2015

Kamis, 21 Agustus 2014 11:31:47 WIB

Monexnews - Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (RAPBN) 2015 diharapkan mampu menjawab berbagai tantangan yang akan dihadapi oleh Indonesia. Salah satunya adalah kemungkinan Bank Sentral Amerika Serikat (The Fed) untuk menaikkan bunga. Ini memiliki risiko besar yang wajib untuk diantisipasi. Menurut Menteri Keuangan M. Chatib Basri, aliran dana asing akan cenderung masuk ke AS jika benar The Fed menaikkan bunga utangnya. Kemungkinan The Fed (bank sentral AS) menaikkan bunga adalah risiko paling besar yang harus diantisipasi. Ketika suku bunga di AS naik, aliran dana asing akan cenderung masuk ke AS. BI rate juga kemungkinan naik dari yang sekarang 7,5 persen, jelasnya di Kantor Kementerian Keuangan pada Selasa (19/8). Selain itu, asumsi-asumsi dalam RAPBN 2015 juga untuk merespon tantangan global tersebut. Untuk nilai tukar rupiah, misalnya, dipatok sebesar Rp11.900. Asumsi yang dipakai dalam APBN itu Rp11.900 memang sudah memperhitungkan bahwa ada kemungkinan The Fed akan menaikkan bunga, katanya. (as)
Sumber: rilis berita Kementerian Keuangan Republik Indonesia
www.kemenkeu.go.id
*disadur tanpa penyuntingan (dim)


(dim)

Lihat Disclaimer
   
KIRIM KOMENTAR ANDA
Upload
CAPTCHA
0 KOMENTAR
Update terus mengenai promo, tools dan berita terbaru dari Monex
Monexnews.com menyajikan berita ekonomi terkini. Fokus pemberitaan monexnews adalah berita forex, saham, valuta asing, pergerakan nilai tukar dollar dan kurs mata uang utama lainnya, komoditi, harga emas logam mulia dan harga minyak dunia. Dilengkapi analisa harian dan indikator pasar keuangan dunia hari ini, rubrik belajar trading serta investasi online.

Search