Aset Negara Banyak dan Beragam, Pemerintah Tak Akan Kesulitan Biayai Pembangunan

Aset Negara Banyak dan Beragam, Pemerintah Tak Akan Kesulitan Biayai Pembangunan

Jum'at, 26 September 2014 11:12:06 WIB

Monexnews - Indonesia memiliki aset negara yang sangat beragam dan banyak jumlahnya. Jika dikelola dengan baik, bukan tidak mungkin suatu saat nanti pemerintah tidak akan mengalami kendala dalam mencari pembiayaan bagi pembangunan. Negara ini betul-betul memiliki aset atau Barang Milik Negara (BMN) yang betul-betul bervariasi, yang sebetulnya luar biasa, mengapa? Karena begitu banyak, ungkap Menteri Keuangan M. Chatib Basri dalam acara Refleksi dan Apresiasi Pengelolaan Barang Milik Negara (BMN) pada Kementerian/Lembaga Tahun 2013 yang diselenggarakan di Aula Dhanapala, Jakarta, Rabu (24/9). Kementerian Keuangan sendiri melalui Direktorat Jenderal Kekayaan Negara (DJKN) telah berusaha meningkatkan kualitas pengelolaan aset-aset negara, antara lain melalui penyempurnaan peraturan dan perbaikan proses bisnis dalam pengelolaan BMN. Menkeu berharap, ke depan, DJKN dapat terus meningkatkan kualitas pengelolaan aset negara dalam konteks yang lebih luas, termasuk pengelolaan aset negara yang berupa kekayaan alam. Mungkin di dalam pemerintahan ke depan atau berikutnya, itu bisa menjadi sebuah buku mengenai neraca kekayaan negara, di mana itu mencakup bukan hanya helikopter, tank, istana, gedung-gedung, tetapi juga sebuah buku mengenai aset dari kekayaan alam yang dimiliki negara, ungkapnya. Hal tersebut, menurut Menkeu, mengacu pada amanat pasal 33 ayat (3) Undang-Undang Dasar (UUD) 1945 yang menyatakan bahwa bumi dan air dan kekayaan alam yang terkandung didalamnya dikuasai oleh negara dan dipergunakan untuk sebesar-besar kemakmuran rakyat. Kalau kita kembali ke pasal 33 (UUD 1945), bumi, air dan kekayaan alam yang terkandung di dalamnya, artinya coverage-nya itu bisa menjadi jauh lebih besar, papar Menkeu. Jika aset-aset negara, termasuk kekayaan alam telah terkelola dengan baik, Menkeu meyakini pemerintah tidak akan mengalami kesulitan berarti dalam mencari pembiayaan bagi pembangunan. Bisa dibayangkan kalau ini yang terjadi, ini saya bicara agak teknis dari segi finance, itu bukunya akan besar sekali nilai asetnya. Itu kalau digunakan sebagai leverage, maka kebutuhan kita mengenai pembiayaan pembangunan tidak akan menjadi terlalu sulit, paparnya.(wa)
Sumber: rilis berita Kementerian Keuangan Republik Indonesia www.kemenkeu.go.id *disadur tanpa penyuntingan (dim)


(dim)

Lihat Disclaimer
   
KIRIM KOMENTAR ANDA
Upload
CAPTCHA
0 KOMENTAR
Update terus mengenai promo, tools dan berita terbaru dari Monex
Monexnews.com menyajikan berita ekonomi terkini. Fokus pemberitaan monexnews adalah berita forex, saham, valuta asing, pergerakan nilai tukar dollar dan kurs mata uang utama lainnya, komoditi, harga emas logam mulia dan harga minyak dunia. Dilengkapi analisa harian dan indikator pasar keuangan dunia hari ini, rubrik belajar trading serta investasi online.

Search