Asia Kembali Jadi Sasaran Investasi Pemodal Asing

Asia Kembali Jadi Sasaran Investasi Pemodal Asing

Rabu, 28 Januari 2015 11:33:11 WIB

Monexnews - Investor kembali menyukai aset-aset berisiko (saham) yang diperdagangkan di negara-negara berkembang Asia. Sepanjang bulan pertama 2015, pemegang modal dari seluruh dunia menginjeksi dana investasi sekitar $18 miliar ke emerging markets. Demikian menurut data Institute of International Finance per 27 Januari. Jumlah tersebut lebih tinggi dibandingkan total uang yang masuk ke pasar Asia pada bulan Desember lalu yang sebesar $11 miliar. India menjadi negara dengan aliran dana masuk terbesar, di mana valuasinya mencapai $4,2 miliar ke produk saham dan obligasi. Fakta itu berbanding terbalik dengan wilayah Eropa, yang justru ditinggal oleh investor karena ketidakpastian ekonominya cukup tinggi. Bahkan salah satu negara investasi terkecil dan paling rentan di Asia, Pakistan, juga menjadi salah satu pasar dengan kenaikan harga aset terbaik sepanjang 2015. Indeks saham KSE 100 sudah melonjak 7.,3% atau hanya terpaut tipis dibandingkan kenaikan harga saham di indeks Sensex India yang sebesar 7,5%. Di saat yang sama, bursa saham utama Indonesia dan Filipina juga sedang diperdagangkan pada level tertingginya. Membaiknya perekonomian negara maju, terutama di Amerika Serikat, sempat mendorong pelaku pasar untuk keluar dari negara berkembang akhir tahun lalu. Menurut data EPFR dan bank investasi Morgan Stanley yang dirilis awal Januari, investor mengurangi porsi penanaman modalnya di pasar saham negara berkembang sejak pertengahan November hingga awal Januari. Asia diklaim menjadi wilayah yang paling terpukul oleh perubahan trend ini karena benua kuning dahulunya merupakan pusat peralihan 'hot money' dari negara-negara maju. Sampai dengan 5 Januari 2015 lalu, sebanyak $1,38 miliar atau Rp17,4 triliun uang investor 'terbang' keluar bursa saham Asia. Artinya, lebih dari separuh uang yang keluar dari negara emerging adalah berasal dari Asia dari total outflow $2,56 miliar. China menjadi negara dengan jumlah dana keluar terbanyak dari pasar saham. Hal ini ditandai oleh berakhirnya tren penguatan saham-saham papan atas di indeks Shanghai selama hampir dua bulan terakhir. Namun dengan adanya laporan terbaru ini, bisa disimpulkan bahwa aset-aset berbasis Asia masih memiliki nilai jual, terutama di tengah perlambatan ekonomi Eropa. (dim)


(dim)

Lihat Disclaimer
   
KIRIM KOMENTAR ANDA
Upload
CAPTCHA
0 KOMENTAR
Update terus mengenai promo, tools dan berita terbaru dari Monex
Monexnews.com menyajikan berita ekonomi terkini. Fokus pemberitaan monexnews adalah berita forex, saham, valuta asing, pergerakan nilai tukar dollar dan kurs mata uang utama lainnya, komoditi, harga emas logam mulia dan harga minyak dunia. Dilengkapi analisa harian dan indikator pasar keuangan dunia hari ini, rubrik belajar trading serta investasi online.

Search