BI Dukung Pemerintah Kurangi Subsidi Energi

BI Dukung Pemerintah Kurangi Subsidi Energi

Jum'at, 04 April 2014 17:14:24 WIB

Monexnews - Bank Indonesia (BI) mendukung pengurangan subsidi energi, karena akan mengurangi tekanan terhadap fiskal. "Kami dukung apabila pemerintah punya roadmap dalam kurangi subsidi energi ke depan," demikian diungkapkan Direktur Eksekutif Kepala Departemen Kebijakan Ekonomi dan Moneter BI, Juda Agung. Dengan bertambahnya jumlah mobil di Indonesia, menurutnya, konsumsi BBM akan terus mengalami kenaikan. Hal ini berakibat pada turut meningkatnya beban subsidi BBM. Untuk itu, pemerintah perlu merancang sebuah roadmap mengenai pengurangan subsidi energi. Menurutnya, adalah tepat jika pemerintah berencana menetapkan subsidi tetap dalam Anggaran Pendapat dan Belanja Negara Perubahan (APBN-P). Ini the moving in the right direction, menuju arah yang benar. Misalnya pemerintah menetapkan Rp2.000 per liter (untuk) subsidi BBM, hingga akhir tahun yang dibayar pemerintah ya segitu, tidak ada perubahan," terangnya. Langkah tersebut, lanjutnya, akan memperkecil risiko fiskal, karena tidak akan ada tekanan dari nilai tukar. Dengan demikian, ruang untuk pembanguan infrastruktur juga akan semakin besar. Sementara, dari sisi moneter, meskipun akan menimbulkan dampak inflasi, tetapi hal ini diyakini hanya akan berlangsung sementara (jangka pendek). Berdasarkan perhitungan BI, jika subsidi BBM ditetapkan Rp2.000 per liter, maka dampak terhadap inflasi diperkirakan sekitar 2,5 persen. Namun, ke depannya inflasi akan lebih terukur meskipun harga BBM cenderung fluktuatif. Negara lain seperti Filipina, inflasi rendah karena masyarakatnya sendiri yang mengurangi konsumsi BBM ketika harga meningkat," tuturnya.(ans)
Sumber: rilis berita Kementerian Keuangan Republik Indonesia www.kemenkeu.go.id *disadur tanpa perubahan (dim)


(dim)

Lihat Disclaimer
   
KIRIM KOMENTAR ANDA
Upload
CAPTCHA
0 KOMENTAR
Update terus mengenai promo, tools dan berita terbaru dari Monex
Monexnews.com menyajikan berita ekonomi terkini. Fokus pemberitaan monexnews adalah berita forex, saham, valuta asing, pergerakan nilai tukar dollar dan kurs mata uang utama lainnya, komoditi, harga emas logam mulia dan harga minyak dunia. Dilengkapi analisa harian dan indikator pasar keuangan dunia hari ini, rubrik belajar trading serta investasi online.

Search